Loading...

Bagaimanakah Rasanya Hidup di RSJ? Catatan Harian Seorang Pegawai Pajak

by: Redaksi Bagaimana rasanya Anda—sebagai pegawai pajak—dijebloskan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) sedangkan Anda merasa sehat-sehat saja? Ki...


by: Redaksi

Bagaimana rasanya Anda—sebagai pegawai pajak—dijebloskan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) sedangkan Anda merasa sehat-sehat saja? Kisah nyata ini dituturkannya kepada redaksi. Satu pelajaran yang bisa kita ambil adalah berusahalah menjadi pendengar yang baik. Sikap Anda mendengarkan bisa jadi menjadi jalan pencerahan buat sahabat kita. Menjauhkannya dari depresi dan beban mental lainnya.

Satu hal yang patut ditiru adalah ia mampu bangkit dari keterpurukan dan siap jiwa dan raga untuk mempersembahkan yang terbaik buat nusa, bangsa, dan negara dengan tetap bekerja penuh integritas di instansi yang kita cintai ini.
Namanya Mawarputih78. Nama sebenarnya sengaja disembunyikan atas permintaannya. Tulisan ini dipersembahkannya buat sahabat-sahabatnya di Direktorat Jenderal Pajak, khususnya sahabat-sahabat yang selalu ada dan setia dalam suka maupun duka. Pesannya, “Teruslah berjuang kawan, perjalanan kita masih panjang.”

Jika dia mampu bangkit mengapa kita tidak?
**
Ini adalah kisah nyata tentang perjuangan seorang ibu muda dan juga sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil di instansi kita. Usianya baru 35 tahun. Dia adalah penopang ekonomi keluarga. Dengan semua kemampuan dan usahanya berusaha memberikan yang terbaik bagi keluarga tercintanya. Tentunya di tengah semua keterbatasan yang ada. Putra-putrinya berjumlah lima orang.
Tertatih-tatih ia mempertahankan idealisme dan integritasnya. Berusaha bersikap profesional walaupun berat terasa. Jatuh bangun dia berusaha membangun mimpinya. Demi satu cita agar buah hatinya tidak ikut merasakan beratnya jalan yang ditempuhnya. Ingin memberikan yang terbaik bagi keluarga tercinta. Dia tidak ingin harta melimpah. Dia tidak ingin tahta tertinggi. Dia tidak ingin itu semua.

Jikalau dia kaya raya apa kata dunia? Apalagi dia bekerja di instansi pengumpul pajak negara. Buat apa itu semua jika nantinya hanya akan membuat terlena. Bukankah semua itu juga akan musnah? Dia hanya ingin dihargai. Dia hanya ingin dimengerti. Yang diinginkannya hanya kebahagiaan sejati. Dia hanya ingin anak-anaknya hidup sejahtera. Tercukupi semua kebutuhan sandang,pangan, dan papannya. Itu saja.
Namun semua usaha yang dibangunnya dengan susah payah hancur. Semuanya gagal. Badai, cobaan, dan ujian silih berganti menerpa sampai akhirnya dia tidak kuat lagi. Ia depresi akut dan dirawat di RSJ. Itu kata mereka.

Sesungguhnya dia tidak gila. Dia tidak sakit jiwa. Hanya jiwanya telah lelah, hatinya terlalu sakit melihat kondisi yang ada di keluarganya. Sebagai anak bungsu ia selalu dibuli dan dipandang negatif oleh keluarganya. Entah kenapa. Tapi untuk itu dia rela dihujat. Dia rela dicaci maki. Dia rela selalu dipandang sinis oleh orang lain.

Hanya karena takdir membawanya ke instansi pengumpul pajak negara ini. Begitu tak ada harganyakah dia? Hujatan, caci-maki, tuduhan, fitnah sudah tak terhitung lagi banyaknya. Semuanya memvonis dengan kejam. Entah itu famili, sanak saudara, ataupun teman. Tak ada lagi norma, moral, etika, tata karma, dan sopan santun. Kemana perginya itu semua?

Semuanya memandang dengan curiga. Penderitaan nestapa dan air mata serasa tiada behenti mengalir baginya. Hanya malam-malam sepilah yang menjadi teman setianya. Tiada tempat mengadunya selain kepada Sang Pemilik Kehidupannya.

Air matanya adalah air mata seorang ibu yang tak rela anak-anaknya juga ikut merasakan beratnya perjuangan dalam mempertahankan nilai-nilai yang menjadi prinsip hidupnya. Begitu banyak air mata dan darah yang telah menetes. Selama itu dia selalu diam tak banyak bicara.

Pada akhirnya dia tidak kuat juga. Berusaha membela diri, berbicara, dan berusaha menjelaskan pada semuanya. Tapi yang terjadi? Tragis. Dibawalah dia ke psikiater. Dia didiagnosa mengidap Bipolar Disorder. Lalu dijebloskan ke RSJ oleh keluarganya sendiri.

Dia dianggap gila. Dia dianggap stres. Dicap sebagai orang gila. Diperlakukan sama dengan orang gila pada umumnya. Disetrum. Diikat. Dijebloskan ke dalam sel isolasi. Disuruh minum obat-obat penenang. Dikurung dalam kamar RSJ. Hatinya semakin sakit. Jiwanya semakin letih.

Pernahkah mereka bertanya padanya apa yang ia rasakan sesungguhnya? Tidak pernah.

Sesungguhnya dia hanya ingin berbicara, dia hanya ingin bercerita, dia hanya ingin didengarkan, dia hanya ingin berbagi rasa, dia tidak ingin diajak berdebat lagi. Karena dia benar-benar telah lelah dengan semuanya. Apakah dia akan tenggelam dan sirna untuk selamanya ditelan kejamnya sifat dan nafsu manusia?

Tiga minggu lamanya dia dirawat di RSJ. Serasa berabad-abad lamanya. Hari-hari panjang dilaluinya di rumah sakit dengan sabar, ikhlas, dan bergaul dengan penghuni RSJ. Belajar memahami apa makna hidup yang sesungguhnya dari balik tembok RSJ. Pelajaran berharga tentang arti hidup yang sebenarnya banyak dia temukan disana.

Setelah keluar dari RSJ dia banyak merenung dan berpikir. Berusaha kembali menata hati, pikiran, dan mentalnya sebelum kembali lagi berhubungan dengan orang banyak. Satu tahun lamanya dia bersembunyi. Rasa malu yang amat dalam dan rasa sakit serta kecewa membuat dia berusaha menutup diri dari orang lain.

Sebagai mantan pasien RSJ ia selalu dianggap orang aneh. Jika hal ini yang terjadi pada mereka apa sanggup mereka melalui itu semua? Apa mereka mampu bertahan? Kini anak dan suamilah pelipur lara hatinya. Dia tidak pernah mau menyerah kalah oleh keadaan.

Jikalau dia keluar dari pekerjaan utamanya ini disebabkan tuntutan biaya hidup yang semakin tinggi, dialah yang kalah. Tak pernah ada kata menyerah dalam prinsip hidupnya. Akhirnya setelah selama satu tahun menutup diri dia kembali. Bangkit kembali membangun semuanya dari awal. Bangkit kembali menatap hidup dan masa depan. Menghubungi kembali sahabat-sahabat setianya. Menghubungi kembali rekan-rekan usahanya. Menghubungi kembali teman-teman yang masih peduli dengannya. Hanya dengan modal keyakinan, kepercayaan, dan kesetiaanlah akhirnya dia mampu melewati semuanya.

Badai itu akhirnya berlalu. Kini dia siap berkarya. Siap berbagi cerita. Siap berbagi rasa. Siap memberikan yang terbaik bagi nusa, bangsa, dan negara.

**

Berikut kata-kata motivasinya yang tertulis buat kita semua.
Sabarlah wahai kawan. Engkau tidak dapat bersabar kecuali bersama Allah. Bersabarlah dan yakin akan datangnya kemudahan, berprasangka baik atas setiap kejadian, sembari mengharapkan pahala. Serta berharap akan dihapuskan setiap kejelekan. Bersabarlah wahai kawan, walau musibah terbesar menimpamu. Segelap apapun jalan di hadapanmu. Ketahuilah, kemenangan itu bersama kesabaran. Kemudahan itu bersama musibah. Setiap kesulitan itu disertai kemudahan.

Musibah ibarat seorang tamu yang menemui engkau. Jika kita menyambut kedatangannya, membantu memenuhi kebutuhannya dengan menyuguhkan hidangan tanpa ada perkataan yang tidak baik, atau tidak ada kebencian yang terselip dalam hati, maka betapa indahnya sanjungan para malaikat. Kebahagiaan pun menghampirinya karena dia termasuk orang-orang mulia dan dermawan dalam kitab mereka. Benarlah perkataan seorang pujangga:

Sabar itu menggambarkan namanya dalam setiap musibah
Akan tetapi ia berujung manis bahkan lebih manis dari madu
Apakah Anda memiliki solusi selain dari sabar?
Apakah anda mau menunjukkan bekal selain sabar?
Orang yang berjiwa besar memiliki dua hati;satu hati yang menangis dan yang satu lagi hati yang bersabar.
(Kahlil Gibran)

Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi sering kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.

Semoga kita mendapat cukup kebahagiaan untuk membuat kita bahagia, cukup cobaan untuk membuat kita kuat, cukup penderitaan untuk membuat kita menjadi manusia yang sesungguhnya, dan cukup harapan untuk membuat kita positif terhadap kehidupan.
Orang hebat tidak dihasilkan melalui kemudahan,kesenangan,dan kenyamanan,mereka dibentuk melalui kesukaran,tantangan,dan air mata. (Dahlan Iskan)
**
Hikmah 1668666721844359585

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Populer 7 Hari Terakhir

Random Posts

@salahuddinDJP

Kunjungan