Loading...

Ikhlas Semata-mata Karena Allah

Sebagai Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kementerian Keuangan, Alhamdulillah penghasilan yang saya peroleh lebih dari cukup. Tetapi, seb...



Sebagai Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kementerian Keuangan, Alhamdulillah penghasilan yang saya peroleh lebih dari cukup. Tetapi, sebagai salah satu keturunan dari keluarga pedagang, selalu ada keinginan untuk meneruskan tradisi turun temurun keluarga sebagai pedagang.

Ibu dan nenek saya merupakan pedagang. Nenek saya pedagang asam (jeruk nipis) dalam partai besar. Sekali seminggu beliau mendatangkan asam dari daerah Medan dalam partai besar untuk dijual kembali di Padangsidempuan.

Sama dengan nenek, ibu saya juga pedagang. Tetapi beliau berdagang sayur-sayuran seperti daun ubi, kangkung, bayam, sawi, selada, cabe merah, tomat, wortel dan lain-lain yang dibeli di pajak (pasar) pagi Padang Matinggi. Kemudian sayur-sayuran tersebut dijual di Kios pajak batu Padangsidempuan, yang terletak sekitar tiga kilometer dari pajak pagi Padang Matinggi.

Mengikuti keinginan hati dan tradisi keluarga, saya memutuskan untuk berdagang juga. Berbeda dengan ibu dan nenek yang berdagang asam dan sayuran, saya memutuskan untuk menjual busana muslim seperti gamis, stelan atas bawah rok, jilbab, mukena, dan koko untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Usaha busana muslim ini merupakan usaha sampingan yang  saya jalankan tidak terlalu serius mengingat prioritas utama saya adalah bekerja dan mengurus keluarga. Penjualannya juga tidak terlalu banyak, karena busana muslim yang saya tawarkan hanya untuk teman-teman kantor dan keluarga dekat saja.

Hingga suatu hari timbul keinginan dalam hati untuk memasarkan busana muslim lebih luas lagi dengan harapan dapat meningkatkan omset penjualan dan membantu perekonomian orang  lain.  Akhirnya saya putuskan untuk menitipkan busana muslim untuk dijual lagi kepada guru sekolah anak saya. Kebetulan beliau sudah terbiasa jualan dengan menawarkan barang dagangannya dari door to door.

Setelah diskusi dan ngobrol panjang lebar akhirnya tercapai kesepakatan. Busana muslim yang saya titipkan saya beri harga lebih murah sekitar 10.000 sampai dengan 20.000 dari harga eceran yang biasa saya jual. Misalnya harga gamis dewasa saya jual eceran sebesar Rp. 150.000, maka kepada guru tersebut saya tetapkan harga sebesar Rp. 130.000. Dengan demikian guru tersebut bisa mendapatkan keuntungan minimal atau di atas 20.000 untuk busana muslim dewasa dan busana muslim anak-anak.

Disamping itu saya juga beri kelonggaran dalam pembayaran barang yang terjual. Barang-barang yang terjual dapat dicicil dua kali tanpa menambah harga jual barang. Misalnya gamis dewasa yang dijual sebesar Rp. 150.000 dapat dicicil dua kali dengan masing-masing pembayaran sebesar Rp.75.000 dalam jangka waktu dua bulan.

Selain memberikan harga lebih murah dan kelonggaran dalam pembayaran, saya juga meminta kepada guru tersebut agar mengembalikan barang yang tidak laku, sehingga guru tersebut tidak akan menderita kerugian akibat barang yang tidak laku.

Alhamdulillah seiring berjalannya waktu telah ada beberapa orang yang saya titipkan busana muslim untuk dijual kembali, mulai dari guru sekolah anak-anak, teman dekat, teman pengajian, bahkan mantan asisten yang jaga anak-anak juga dengan senang hati bersedia  menjualkan busana muslim dengan sistem titip.

Selain di kota tempat saya bekerja yaitu kota Pematang Siantar, usaha titip busana muslim ini juga telah berjalan di kota-kota lainnya seperti Padangsidempuan tempat tanah kelahiran saya, Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Sibolga, dan Panyabungan.

Untuk kota-kota yang jauh barang-barang saya kirim menggunakan taksi tanpa membebankan ongkos kirim kepada penjual. Penjual cukup menelpon saya untuk mengirim barang-barang yang akan dijual sesuai dengan yang dibutuhkan, dan mengirimkan kembali barang yang tidak terjual sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati bersama.

Usaha titip busana muslim ini tentu saja ada suka dan dukanya. Dukanya apabila ada orang yang saya titipkan busana muslim ini tidak amanah, maka uang hasil penjualan tidak disetorkan secara utuh kepada saya, ada saja alasan yang diberikan hingga lama kelamaan tidak saya tagih lagi dan saya ikhlaskan.

Selain itu ada juga barang-barang yang dikembalikan dalam keadaan kotor, bahkan ada yang kancing bajunya copot, tetapi semua itu saya ikhlaskan saja, namanya juga dagang pasti ada untung dan ruginya. Walaupun begitu usaha titip busana muslim ini tetap saya jalankan karena tujuan utamanya adalah membantu orang-orang terdekat di sekitar saya dengan harapan mendapat nilai dan ridho Allah SWT.

Sukanya dengan hasil keuntungan penjualan yang saya peroleh,  Alhamdulillah dapat saya pergunakan untuk keperluan saya sendiri dan untuk membantu Saudara-Saudara saya di belahan dunia sana yang sedang mengalami konflik.

Semoga usaha yang saya lakukan ini mendapat berkah dan ridho Allah karena saya lakukan semuanya  ikhlas  semata-mata hanya karena Allah SWT.





___________________________________
Dimpu Anisa
Kanwil DJP Sumatera Utara II


                      
       
       
       
       
       
       
       



Kisah 217008502552920698

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Populer 7 Hari Terakhir

Random Posts

@salahuddinDJP

Kunjungan