Loading...

Ketika Subuh Tak Lagi Penting

Dinginnya semilir AC yang terus menerus membuat kelopak mata ini malas untuk terbuka. Suara klakson juga tak menjadi rintangan bagi mata ...

Dinginnya semilir AC yang terus menerus membuat kelopak mata ini malas untuk terbuka. Suara klakson juga tak menjadi rintangan bagi mata untuk kembali tertutup. Bus tetap melaju kencang. Suara sang supir agak parau meneriakkan, “Subuh. Subuh.” Tapi tak digubris oleh penumpang.
Bus seakan hendak berhenti tetapi masih agak enggan. Arloji masih menunjukkan pukul lima pagi. Akupun bergumam…”ehm mungkin sebentar lagi bus akan berhenti”. Suara mesinpun kembali melaju. Penumpangpun semakin menutup tubuhnya rapat-rapat dengan selimut tebal yang tersedia. Lima belas menit kemudian sudah belasan mesjid terlewati namun supir tak hendak juga menghentikan kendaraannya.
Aku pun tersentak dari tidurku. Si buah hati yang ada dalam dekapan pun seakan terkejut. Arloji sudah menunjukkan pukul 05.25 WIB. Waduh, tak bisa kubiarkan. Aku harus mengingatkan sang supir untuk berhenti. Tak ingin aku melewatkan subuh begitu saja. Apalagi mamak yang berada di bangku sebelahku berkata “Py, kok gak berhenti-berhenti ya busnya”.
“Bang supir kita kok gak berhenti, udah setengah enam nih”, teriaknya keras pada supir bus.
”Sebentar lagi bu. Belum waktu, Bu”.
“What? Jam segini belum masuk waktu subuh?” pikirku.
Ketika orang lain tak memedulikan supir mau berhenti atau tidak untuk salat subuh, hati ini menjadi miris. Sudah begini parahkah muslim sekarang? Kita bisa melihat bahwa sekarang banyak masalah yang bersumber dari pelaksanaan salat Subuh yang disepelekan.
Mengutip buku karya DR Raghib AS-Sirjani yaitu Misteri Salat Subuh digambarkan bagaimana, para sahabat Nabi berusaha sekuat tenaga agar tidak kehilangan waktu emas itu yaitu salat subuh. Pernah suatu ketika mereka terlambat salat Subuh dalam penaklukan benteng Tastar. "Tragedi" ini membuat sahabat semisal Anas bin Malik selalu menangis bila mengenangnya.
Allah SWT berfirman : "Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula salat) Subuh. Sesungguhnya Salat Subuh itu disaksikan (oleh Malaikat)." (Q.S. Al-Isra' 78).
Bebarapa keistimewaan saalat subuh (dikutip dari berbagai sumber) sebagai berikut:
1. Menjadi penyebab masuk surga,
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang mengerjakan salat bardain (yaitu salat subuh dan asar) maka dia akan masuk surga." (H.R. Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635);
2. Menjadi penghalang masuk neraka.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan salat sebelum terbitnya matahari (yaitu salat Subuh) dan salat sebelum tenggelamnya matahari (yaitu salat Asar)." (H.R. Muslim no. 634);
3. Mendapat jaminan keselamatan dari Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang salat subuh maka dia berada dalam jaminan (keselamatan) Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam." (H.R. Muslim no. 163);
4. Pahala salat subut seperti salat semalaman.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang salat Isa berjamaah maka seolah-olah dia telah salat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang salat subuh berjamaah maka seolah-olah dia telah salat seluruh malamnya." (H.R. Muslim no. 656);
5. Disaksikan oleh para malaikat
Rasulullah SAW bersabda, "Dan para Malaikat malam dan Malaikat siang berkumpul pada salat fajar (subuh)." (H.R. Bukhari no. 137 dan Muslim no. 632).
Bus sudah memasuki kota Sigli dan tiada tanda-tanda untuk berhenti. Sudah puluhan mesjid terlewati. Sepuluh menit kemudian bus menghampiri terminal kota dan beberapa calon penumpang sudah menunggu dengan tidak sabar.
Memanglah keterlaluan supir ini, kami disuruh jalan ke musala yang agak jauh dengan pemberhentian bus. Dengan langkah yang masih mantap dan agak terseok-seok bagi mamakku yang punya orteotrosis kami menuju musala. Alhamdulillah di belakang kami masih ada satu orang gadis mempunyai niat yang sama untuk menunaikan subuh. Kemana kaum lelakinya? Mengapa enggan mereka melaksanakan subuh?
Ya Allah, tuntun kami agar selalu dalam jalan-Mu. Jangan biarkan kami kehilangan subuh-Mu yang begitu banyak keistimewaan. Masukkan kami dalam golongan orang-orang yang selalu bersyukur dan taat beribadah kepada Mu.
***

Oleh: Poppy Marjayanti, Pelaksana Subbagian Kepegawaian Kantor Wilayah DJP Aceh.
Tazkiyatun Nafs 464173812952228002

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Populer 7 Hari Terakhir

Random Posts

@salahuddinDJP

Kunjungan