Loading...

Yang Terbaik Ada di Lemari Kita

Memang berat rasanya, melepaskan baju-baju lama yang sudah atau tidak mungkin kita pakai dari lemari kita. Ada banyak alasan tentunya. ...




Memang berat rasanya, melepaskan baju-baju lama yang sudah atau tidak mungkin kita pakai dari lemari kita. Ada banyak alasan tentunya. Bisa jadi pakaian itu pemberian seseorang yang kita sayangi, maka kita berat untuk melepasnya. Karena ingin menghormati pemberi, atau karena ada kenangan indah dibalik itu.

Ada pula baju atau celana yang sudah terlalu kecil ukurannya, kita juga menyimpannya. Karena entah bagaimana caranya, kita yakin suatu hari nanti badan kita akan kembali kecil lagi. Begitu pula dengan pakaian yang sudah usang, yang karena masih nyaman dipakai, kita pun enggan untuk melepasnya. Kita bilang, untuk teman tidur dan mencuci mobil.  

Tidak jarang pula, beberapa dari kita lebih memilih untuk menambah lemari pakaian lagi untuk menampung baju-baju baru, dari pada menyingkirkan pakaian lama. Padahal dengan pertambahan lemari, kita malah kehilangan dana untuk membeli lemari tersebut, dan tentu saja terkurangi beberapa meter persegi dari ruang di rumah kita. Atau ada perasaan tidak nyaman apabila harus memberikan sesuatu yang bersifat bekas dan sudah ketinggalan jaman. Sedikit gengsi, malu atau takut ditolak. Padahal di luar sana, ada banyak orang yang asal-berbaju pun sudah bahagia. Tanpa melihat warna, model bahkan ukuran. Iya, anak-anak jalanan, para pemulung, para pemungut sampah, loper koran, penjual air keliling atau penarik becak. Seringkali mereka terlihat dengan baju yang itu-itu saja, setiap hari, setiap minggu. Kumal, kusut, tanpa warna, tanpa motif.

Selalu ada saat pertama kali untuk setiap amal baik. Pun begitu dengan keinginan untuk berbagi pakaian layak pakai. Timbulkan sedikit keberanian untuk tidak menyertakan hati dan perasaan ketika memilah baju. Sisakan sesedikit mungkin pakaian yang akan kita pakai. Sisakan hanya pakaian yang sudah kita pakai dalam enam atau dua belas bulan kebelakang. Syukur-syukur kita berani menyertakan beberapa potong pakaian favorit kita yang memang sudah waktunya pensiun.
Setelah terkumpul pun, ada perasaan bingung kepada siapakah pakaian-pakaian akan kita berikan? Mulailah dari orang yang ada di dekat kita. Pembantu rumah tangga kita, tukang cuci, tukang setrika, tukang becak, atau siapapun yang kita temui di dekat rumah kita. Takut di tolak? Jangan. Karena Kita sedang berbuat baik. Tidak perlu takut untuk berbuat baik.

Jangan kuatir akan kehabisan pakaian. Sesuai janji-Nya melalui Surat Al-An’am Ayat 160 : “Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya” , Allah pasti akan mengganti pakaian-pakaian yang telah kita sedekahkan dengan pakaian yang lebih baik dan dari sumber-sumber yang tidak kita duga-duga.
Tanpa terasa, setelah beberapa bulan sejak sedekah pakaian kita lakukan, lemari kita akan dipenuhi lagi oleh pakaian-pakaian yang jauh lebih bagus dari sebelumnya. Karena Allaah membalas sedekah kita, dari banyak sumber, entah kita sadar atau tidak. Dan kali ini ujian keiikhlasan kita akan terasa lebih berat, karena pakaian kita jauh berusia lebih muda usianya, lebih kinclong dan lebih bagus. Keikhlasan kita kembali diuji, untuk berani dan “tega” menyisihkan apa yang kita sukai untuk diberikan kepada orang lain. Kali ini Allah menitipkan baju yang lebih baik bagi orang-orang yang tidak mampu melalui kita. Dan yakinlah, akan datang lagi pakaian-pakaian berikut yang jauh lebih baik mengisi lemari kita..

Jangan lupa untuk menularkan ini kepada anak-anak kita. Berikanlah pengertian tentang adanya anak lain diluar sana yang tidak seberuntung dia, yang tidak bisa membeli mainan sebagus mainan-mainan anak kita. Berikanlah pengertian kepada mereka sampai mereka mampu merelakan sebagian mainannya, yang tidak terpakai, untuk diberikan kepada anak lain yang membutuhkan. Jangan lupa, pakailah tangan mereka sendiri untuk memilah dan memberikannya langsung kepada anak yang membutuhkan. Insya Allaah akan timbul getaran yang akan membahagiakan dia. Getaran bangga yang timbul karena keihlasan kita untuk berbagi. Subhanallaah.

Allah menitipkan pakaian-pakaian saudara-saudara kita yang kurang mampu melalui lemari kita. Tanpa kita sadari, apa yang terbaik buat kita, apa yang kita sudah pilih dengan perasaan bahagia ketika membelinya, ada di lemari kita. Dan sudah selayaknyalah kita ikhlaskan untuk berbagi, apa yang terbaik yang kita miliki, kepada saudara-saudara kita yang kurang beruntung.
Wallahu a’lam bisshawab













_____________________________________
Devie Koerniawan
KPP Madya malang
Hikmah 839165408416980616

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Populer 7 Hari Terakhir

Random Posts

@salahuddinDJP

Kunjungan