Loading...

Ikhlas Yang Membahagiakan

Menjadi pegawai DJP tentu merupakan sebuah cita-cita yang begitu membanggakan dan mulia. Selain akan nama besarnya, juga peranan besar yang ...

Menjadi pegawai DJP tentu merupakan sebuah cita-cita yang begitu membanggakan dan mulia. Selain akan nama besarnya, juga peranan besar yang dimiliki DJP terhadap negara tercinta kita ini, Indonesia.

Namun jika kita dihadapkan dengan penghasilan yang diterima di DJP, tak jarang kita merasa kekurangan yang membuat kita bekerja setengah hati.

Padahal jika kita telurusi lebih jauh, sungguh merugi jika kita tak bekerja atau memberikan yang terbaik. Kenapa saya bilang begitu? Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain?. Dengan bekerja di DJP, peluang kita untuk bermanfaat bagi banyak orang sangatlah terbuka. So, ikhlaslah dalam bekerja, kita keluarkan kemampuan terbaik kita demi bangsa dan negara Indonesia.

Bicara tentang keikhlasan, guru saya pernah berkata, "Mereka yang selalu berjalan di jalan keikhlasan justru akan lebih sering menemui keajaiban dan kejutan yang menyenangkan."

Tentu ikhlas itu tak bisa diukur secara pasti. Namun jika saya boleh sok tahu, alat ukur keikhlasan itu adanya disini -nunjuk hati- .

Sebagai contoh tentang ikhlas yaitu bersedekah. Kita tidak bisa menilai orang yang bersedekah secara diam-diam itu disebut  ikhlas. Belum tentu. Begitupun sebaliknya, orang yang bersedekah secara terang terangan itu disebut tidak ikhlas, mau diketahui dan dipuji oleh orang lain. Karena sedekah itu bisa dilakukan secara diam-diam maupun secara terang- terangan agar menjadi contoh buat yang lain. Yang tidak boleh dilakukan adalah diam- diam tidak bersedekah.

Kenapa saya mengambil contoh keikhlasan  dalam bentuk sedekah? Apakah ada kaitan antara pekerjaan dengan sedekah? Tentu saja. Dalam Riwayat, Rasulullah Saw. bersabda: "Tidaklah seseorang memperoleh suaui penghasilan yang lebih baik dari jerih payah tangannya sendiri. Dan tidaklah seseorang menafkahi dirinya, istrinya, anaknya, dan pembantunya melainkan ia dihitung sebagai sedekah." (HR. Ibnu Majah)

Lalu seandainya kita tidak ikhlas dalam bekerja, apakah kita tak perlu memberikan yang terbaik pada DJP? Jangan, jika hati kita merasa tidak ikhlas, maka paksalah, paksa diri kita untuk tetap memberikan yang terbaik. Karena awalnya DIPAKSA, lalu menjadi TERPAKSA, kemudian menjadi TERBIASA, dan akhirnya menjadi HABITS dalam diri kita sehingga akan membuat kita jadi manusia luar biasa.

Cobalah sejenak mengingat kembali masa lalu, ketika kita masih kecil, saat pertama kali belajar sholat. Awalnya mungkin kita sholat karena dipaksa orang tua, terpaksa sholat, kemudian lama-lama kita terbiasa, bahkan tanpa disuruh pun kita sudah sholat karena kita sudah tahu faedahnya. Nah begitulah keikhlasan yang perlu kita latih walau dengan keterpaksaan.

So, berikan yang terbaik dan raihlah kebahagian. Kebahagian bukan hanya untuk kita, tapi juga buat orang lain.

Kebahagian bisa didapat dengan perasaan ikhlas, ikhlas memberi, pemberian yang terbaik sebagai wujud bahwa kita manusia luar biasa.



*****
Noerfatahillah Ramli
Kanwil DJP Suluttenggo dan Malut





Noerfatahillah Ramli 1896727539626496880

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Populer 7 Hari Terakhir

Random Posts

@salahuddinDJP

Kunjungan