Loading...

Biarkan Amal Berjalan di Jalannya Sendiri

Senja mulai menampakkan ronanya beradu dengan tawa riang putriku tersayang. Alhamdulillah Ya Alloh Kau berikan anugerah putri cantik yang ki...

Senja mulai menampakkan ronanya beradu dengan tawa riang putriku tersayang. Alhamdulillah Ya Alloh Kau berikan anugerah putri cantik yang kini tumbuh sehat. Meski kadang muram jika mengingat awal kehadirannya dua tahun yang lalu..Ah.. sudahlah aku tidak ingin mengingatnya Lagi
Dengan kaku ku mulai menumpahkan lembut telapak tanganku ke atas perut
Ya Alloh bersyukur atas anugerah ini, Kau berikan kepercayaan pada kami untuk kembali menyambut titipanMu.

Meskipun rasa itu masih anyir, meski masa depan  masih juga berkabut
Bahagia namun gelisah, ingin bersorak tapi juga ingin bersembunyi..
“Ayah…Bunda punya hajat nih. Bunda ingin bisa melahirkan anak kita dengan lancar dan selamat, Bunda trauma dengan kelahiran anak pertama kita. Bagaimana jika besok aku bisa melahirkan anak dalam kandungan ini dengan lancar dan selamat kita bersedekah ya Yah? bersedekah yang banyak”
…datar saja mukanya…padahal ini ngomongnya dah setengah lonjak
“Kenapa harus begitu?” duh… kok gini amat reaksinya, diluar perkiraan , bukanya suamiku bukan orang yang pelit??
Hmmmm..belum bisa menjawab pertanyan suamiku..
“Bunda,...siapakah kita dihadapan Alloh? “
Tiba-tiba berubah hening….emmmm masih tetap diam
“Kita hanya seorang hamba yang teramat kecil, sangat kecil fisik kita di mata Alloh, amalan dan pahala kita juga masih sangat kecil bagiNya”
Hmmmm belum paham..masih melongo berusaha menangkap maksud suamiku
“Apakah pantas kita seorang hamba yang diciptakan oleh Alloh memberikan syarat kepada Penciptanya? Alloh Maha Berkehendak Bu. Jika kita ingin beramal tidak perlu kita memberikan syarat kepada Nya. Jika ingin bersedekah tidak perlu memberi syarat  Alloh mengabulkan doa kita dulu atau bahkan syarat apapun”
Mmmmm……………….

“Jika ingin bersedekah ya bersegeralah tidak perlu menunggu sampai keinginan kita terkabul. Biarlah sedekah itu berjalan sebagai amalan sendiri tanpa diembel-embeli kejadian sebelum dan sesudahnya. Biarkan sedekah itu mengalir tanpa kita perlu meminta balasannya. Bukankah Alloh menjamin bahwa balasan sedekah itu pasti dibayar?seperti menanam buah di Kebun Alloh itu pasti berbuah tak perlu kita meragukan, dan tak usah kita menunggu-nunggu kapan panennya, dan tak perlu pula kita menghitung berapa banyak buah yang kita dapat”

“ Bunda… Ayah hanya ingin niat kita bersedekah jangan dikotori dengan nafsu kita. Jika ikhlas keluarkaan sekarang sedekah itu. Tidak perlu menunggu besok, atau sampai doa Bunda terkabul.Jika suatu saat hajat Bunda dikabulkan, tak perlu menarik garis dengan sedekah yang pernah dibayarkan. Terkabulnya doa itu memang sudah atas kehendak Alloh, sedekah itu bukan menjadi syarat. Dan jika hajat Bunda tidak dikabulkan tak perlu menyesali juga dengan berapapun harta yang sudah disedekahkan, atau  jangan pula berfikir bahwa sedekah yang kemarin dikeluarkan kurang banyak”
“Kalau keinginan kita tidak terkabul mungkin karena balasan Alloh atas sedekah itu tidak untuk kita terima saat ini di dunia. Bunda sayang..bersegeralah dan perbesarlah dalam setiap amal yang ingin Bunda lakukan. Biarkan Alloh yang akan memilihkan balasan yang paling pantas untuk kita.

Biarlah Alloh yang akan memilihkan waktu yang paling tepat untuk memberikan balasan atas amal kita. Dan senantiasa ikhlaslah dalam beramal apapun Bunda..karena ikhlas itu yang akan menjadikan amal kita berbalas indahnya kebanggan Alloh dan pujian malaikat.”
Senja mulai berubah wajah menjadi abu-abu tua…sunyi  dalam lamunan wajah bernoda dosa
Duh…………..tak terasa pipi mulai basah..

Ya Alloh betapa sombongnya hambaMu ini yang dalam berniaga denganMu yang sempat tersirat menempatkan kedudukanku lebih tinggi dariMU sehingga diri ini sempat menawarkan syarat. Astaghfirullah…Ampuni hamba Ya Alloh
Sungguh Alloh menetapkan suatu kejadian untuk kita bukan karena Alloh menghendaki balasan kita dikemudian hari. Sungguh sedikitpun Alloh tidak membutuhkannya…

Mungkin kita yang butuh melakukan banyak amalah agar Alloh ridho dengan amalan-amalan kita dan menjadikannya sebagai pemberat di hari perhitungan Kelak
Seperti sedekah menjadi amalan yang kita sering hitung-hitungan menjalankannya, sering mengakhirkan melaksanakannya, bahkan berat jika tak ada imbalannya.
Bismillah Ya Alloh izinkan hamba masih bisa mencicipi nikmantya bersedekah tanpa perlu menunggu-nunggu bayaran dariMu
Mudahkanlah hamba untuk bisa ikhlas dalam setiap  sedekah yang dikeluarkan, ringankan tangan hamba untuk mengeluarkan yang sebesar kami bisa, meskipun itu tak sebanding dengan melimpahnya nikmat yang telah Kau anugerahkan
Ya Rabbi ajari hamba untuk mengiringkan keikhlasan dalam setiap amal yang kulakukan

Malam masih saja gulita…mata-mata masih saja enggan mengintip..
Namun ada yang berbeda, di sebuah ruang beberapa pasang mata saling menatap tajam dan tegang..Sebagian merasakan suasana saat itu biasa saja, sebagian merasa gelisah karena tidak setiap hari menghadapinya….

Oeeee….Oeeee….Oeeee…..
Ada kesejukan yang mengalir di sekujur tubuh ketika tubuh mungil nan suci itu menyatu dengan tubuh yang sedetik lalu tegang
Allahu Akbar….Subhanallah Wal Hamdulillah
Ya Alloh kaku bibir ini, semua berkecamuk dalam aliran darah dari kepala hingga ujung kaki.

Tak ada sesal….penuh syukur
Seandainya sembilan bulan yang lalu aku abaikan renungan itu..mungkin baru saat ini aku akan mulai beramal karena hajatku terkabul..Mungkin saat ini diriku makin sombong dengan keinginan membayar anugerah Alloh ini dengan amal-amalku.
Terimakasih suamiku….
Semoga diri ini senantiasa mejadi manusia yang lebih rendah hati kepada Rabbnya


Kita manusia kadang tak sadar menjadi hamba yang sombong terhadap Tuhannya. Menjanjikan kepada Alloh akan beramal ini dan itu, tapi dengan syarat Alloh memudahkan keinginan dan harapan kita. Kadang kita berjanji akan banyak bersedekah jika kita jadi orang kaya. Kita berjanji akan rajin puasa sunnah jika nanti diberi kesembuhan. Kita berjanji akah rajin sholat sunnah jika nanti sudah tidak lelah. Kita berjanji akan perbanyak tilawah jika nanti sudah banyak waktu luang atau tidak sibuk. Duh, manusia bisanya  hanya berjanji . Sedangkan untuk menepati janji itu kita masih harus dihadapkan dengan ketidakpastian umur, apakah kita akan sampai hingga keinginan dan harapan kita terkabul. Jika Alloh menganugerahkan umur panjang dan harapan itu terkabul, kita masih harus berhadapan dengan besarnya gelombang hasutan setan yang menggoda setiap saat. Karena ketika harapan itu terkabul, setan tidak akan rela kita mengingat syukur dan meningkatkan taqwa, setan memilih melenakan kita hingga lupa dengan janji-janji kita kepada Alloh. Dan ketika kita berumur panjang dan mampu memenuhi janji-janji yang pernah diucapkan dahulu, setan masih berharap kita mengiringi amal itu dengan kesombongan, tidak ikhlas. Sungguh manusia itu lemah tidak bisa menjamin akan panjang umur dan belum tentu mampu menghindari godaan setan.

Maka dengan segala kelemahan itu pantaskah kita memberi syarat kepada Alloh untuk memenuhi harapan kita ini dan itu sebelum kita mau beramal?Karena sesungguhnya bukan Alloh yang butuh amal-amal kita, tetapi kita yang butuh amal-amal itu untuk menjadikan Alloh ridho kepada kita.
Maka beramal baiklah sebanyak dan sebesar kita bisa dan bersegeralah beriring keihlasan, meskipun hingga kini doa-doamu belum juga dikabulkan. Dan tak perlu menghitung waktu dan jumlah untuk menagih balasannya kepada Alloh. Allah Maha Tahu waktu dan jumlah terbaik sebagai balasan atas setiap amal yang kita lakukan.
Biarlah amal-amal kita berjalan di jalannya sendiri tanpa perlu bercabang harapan imbalan. Agar amal-amal itu berselimut bening keikhlasan..

Tak perlu juga jalan amal-amal itu sebagai cabang dari adanya nikmat Alloh yang pernah kita terima. Agar kita tak perlu menunggu datangnya nikmat baru kemudian beramal.
Bukankah lebih indah ketika amal-amal ikhlas kita berjalan lurus di jalannya sendiri, tanpa perlu lelah berbelok, dan akan lebih cepat sampai di gerbang keridho’an Alloh.

Inspirasi dari obrolan ringan 2 Tahun Lalu


---------21 Ramadhan 1435 H---------


*****
Dwi Erlina Wati
KPP Pratama Bantul




Ramadhan 3824231568929270206

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Populer 7 Hari Terakhir

Random Posts

@salahuddinDJP

Kunjungan