Loading...

Menghargai Karya Anak

Ahmad, anak saya sekarang berumur 12 tahun, tepatnya kelas 6 di salah satu SDIT Pematang Siantar. Suatu hari Ahmad meminta uang kepada say...

Ahmad, anak saya sekarang berumur 12 tahun, tepatnya kelas 6 di salah satu SDIT Pematang Siantar. Suatu hari Ahmad meminta uang kepada saya untuk keperluan sekolahnya.

“Bu, minta uang ya, Ahmad mau beli ini, ada tugas bikin prakarya di sekolah.” Kata Ahmad kepada saya, sebelum berangkat ke sekolah. “Ambil aja nak di dompet ibu, tempat biasa.” Jawab saya. Sudah menjadi kebiasaan saya untuk memberi kepercayaan kepada anak untuk mengambil sendiri uang yang dia butuhkan langsung dari dompet saya. Dan Alhamdulillah sampai hari ini, apabila berlebih, Ahmad akan mengembalikan sisa uang yang diminta kepada saya.

Sore hari sepulang kerja,  Ahmad sudah menunggu kedatangan saya di depan rumah. Setelah masuk, Ahmad langsung menunjukkan hasil prakarya yang dia buat di sekolah berupa vas bunga. “Wah, cantik ya vas bunganya”, kata saya sambil mengambil vas bunga tersebut dari tangan Ahmad. “ ini Ahmad bikin sendiri atau dibantu kawan?,” tanya saya kemudian. “Ahmad yang bikin bu, tapi dibantu dan diajari sama kawan juga Bu,” jawab Ahmad. “Kalau begitu, kapan-kapan Ahmad masih bisa bikin ya?”, tanya saya kemudian. “Iya, Insya Allah bisa Bu, jawab Ahmad. “Kapan-kapan ibu mau dong dibikinkan tempat pensil”, lanjut saya kemudian. Ahmad hanya diam dan tidak menjawab permintaan saya, dan saya juga tidak memaksa Ahmad untuk memenuhi permintaan saya.

Beberapa hari kemudian, sepulang dari tempat kerja, Ahmad dengan wajah berseri-seri menunjukkan tempat pensil yang dia buat sendiri untuk saya. Tempat pensilnya sebenarnya sederhana dan tidak ada yang istimewa. “Tempat pensilnya bagus”, kata saya seraya mengambil tempat pensil tersebut dari tangan Ahmad.

Tanpa menunggu lama tempat pensil tersebut langsung saya isi dengan pulpen dan pensil yang berserakan di lantai dan lemari. Kemudian tempat pensil tersebut saya letakkan di tempat yang mudah dijangkau anak-anak. Sekilas terlihat ada gurat kebahagiaan dari wajah Ahmad atas apa yang saya lakukan terhadap kotak pensil yang dia buat.

Demikianlah salah satu cara saya menghargai karya anak., dengan harapan semoga kelak  Ahmad makin termotivasi membuat prakarya-prakarya lainnya di masa yang akan datang. Cukup dengan memuji dan memakai hasil karya anak akan membuat dia bahagia.





____________________________________________
Dimpu Anisa
Kanwil DJP Sumatera Utara II





Keluarga 8338210147177745802

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Populer 7 Hari Terakhir

Random Posts

@salahuddinDJP

Kunjungan