Loading...

Bukan 'Mereka' Yang Butuh Harta Kita

Bukan kisah inspiratif yang diambil dari tokoh populer Bukan pula kisah dari tokoh istimewa Tapi renungan hati akan kondisi diri dan sekit...

Bukan kisah inspiratif yang diambil dari tokoh populer
Bukan pula kisah dari tokoh istimewa
Tapi renungan hati akan kondisi diri dan sekitar..

“Alhamdulillah udah gajian, bisa bayar sekolah anak, bisa belanja kebutuhan dapur, bisa bayar cicilan rumah, bisa………………………” panjang

“Alhamdulillah ada rezeki lebih….bisa nabung”

“Alhmadulillah dapat bonus..hmmm bisa buat investasi nih…klo untung hasilnya akan berlipat-lipat…mudah-mudahan”

“Ada kotak amal tuh, (hmmmm rogoh saku bukan dompet duh..) “ yang lecek yang nilainya kecil, atau yang nyaring bunyinya

“Waduh kok ada tetangga yang minta tolong dibayarin anaknya sekolah… mintanya banyak lagi..tapi kan ini masih awal bulan? Jangan-jangan nanti uangku gak cukup sampai akhir bulan…”hmm ditunda dulu aja deh

Memang masih banyak diantara kita mengalokasikan pengeluaran hartanya dengan urutan waktu dan besarnya nilai uang adalah Pertama konsumsi, kedua tabungan, ketiga investasi , dan terakhir Shadaqoh/Zakat/ Infak. Itu urutan yang kebanyakan dianut oleh kita.

Konsumsi pada hakikatnya adalah segala pengeluaran kita yang berkaitan dengan kebutuhan hidup, bisa makanan, pakaian, listrik, air, bayar sekolah anak, uang bensin, uang sosial, bisa ditambahkan uang perawatan mobil, perawatan muka/kulit/rambut di salon, pulsa dan kalau dituruti daftarnya bisa semakin panjang sesuai kehendak masing-masing. Tidak ada ukuran kepuasan untuk pengeluaran yang satu ini. Lalu apakah itu semua adalah kebutuhan besar bagi kita?

Sungguh telah banyak teladan Rasulullah dan sahabatnya bahwa hidup sederhana lebih bersahaja dan menentramkan.  Bahkan Alloh telah menyampaikan dalam QS Al Isra’ (26-27). Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.
Naudzubillah mudah-mudahan kita semua terhindar dari sifat syaitan tersebut.

Lalu tidakkah kita ingin mengazzamkan diri bahwa mulai hari ini tidak akan mendekati sifat syaitan itu?
Tabungan bisa diartikan sebagai alokasi uang yang disimpan untuk digunakan memenuhi keperluan dimasa mendatang. Kenapa kebanyakan orang memilih memiliki tabungan? Biasanya karena untuk mempersiapkan masa depan anak-anaknya baik pendidikan, fasilitas hidup atau bahkan tempat tinggal di masa mendatang. Atau mereka menabung untuk cadangan jika suatu saat ada kebutuhan mendesak missal sakit, terkena bencana dan masih banyak lain yang jika dituruti maka daftar alasan menabung juga akan semakin panjang. Lalu pertanyaannya apakah ada jaminan masa depan itu pasti menjadi milik kita. Bahkan anak-anak yang saat ini bersama kitapun belum tentu esok hari masih milik kita, atau bisa jadi esok hari anak-anak sudah tidak memiliki kita lagi.

Investasi adalah mengalokasikan uang kepada sebuah benda atau kegiatan yang diyakini akan menambahkan nilai uang tersebut bahkan berlipat lipat di masa mendatang yang tentunya bisa menjadi penghasilan tambahan. Dan betuk investasi amat beragam, dari yang riba, mendekati riba maupun yang berlabel syariah. Tapi tidak semua orang berani untuk berinvestasi karena sifatnya yang tidak pasti.

Lalu apakah berarti kita tidak boleh mengalokasikan uang kita untuk konsumsi, menabung dan investasi? Bukan itu nilai yang ingin diambil.

Pernahkah kita mencoba mengubah urutan alokasi uang kita dengan menempatkan berniaga dengan Alloh itu di urutan pertama? Berat, sulit, banyak alasan. Ketika berboros-boros adalah teman syaitan, ketika masa depan belum tentu milik kita, dan ketika ada janji Alloh yang lebih pasti akan melipatkan harta kita..tidakkah mengalokasikan harta terbesar kita di jalan Alloh dan kita awalkan waktunya menjadi jawabannya?

Sungguh dunia itu hanya sesaat saja, bukan kehidupan yang kekal. Marilah kita bersama-sama mengubah hidup kita dengan mengutamakan harta kita untuk belanja di jalan Alloh. Tunaikan kewajiban zakat, perbesar belanja dengan shodaqah dan infak dengan harta terbaik dan bersegera. Ketika belanja sehari-hari dengan boros adalah teman syaitan, mari kita memilih membelanjakan banyak harta untuk Alloh. Ketika tabungan tidak akan bisa memberi jaminan usia kita, berbanyaklah menabung akhirat dengan mengeluarkan harta di jalan Alloh karna pasti akan menolong kita di akhirat kelak. Ketika investasi hanya mampu melipatgandakan harta kita dengan hitungan tertentu, bahkan masih ada peluang kita untuk merugi, maka pilihlah investasi akhirat yang perhitungan kelipatannya bahkan kita tak sanggup menghitungnya dan bahkan tidak ada peluang bagi kita untuk rugi.

Bukan ‘mereka’ yang butuh harta kita
Bukan orang miskin, bukan pula anak-anak yatim
Tanpa harta kita, Alloh telah menjamin kehidupan ‘mereka”
Bukan pula Alloh yang butuh harta kita..karena Alloh Maha kaya. Mau kita tunaikan zakat atau tidak, mau kita bershadaqoh sedikit atau banyak tidak akan mengubah derajat Alloh sebagai Yang Maha Kaya..

Tetapi kita yang membutuhkannya
Kita butuh mengeluarkan Zakat, Indak dan Shodaqoh
Bukan kebutuhan untuk diakui sebagai dermawan, bukan pula kebutuhan untuk mempertahankan kekayaan.

Lebih tinggi dari itu, ini adalah kebutuhan untuk mendapatkan nilai hidup dan nila harta yang sesungguhnya. Karena hakikatnya sebagian dari harta kita memang ada titipan untuk ‘mereka’.Apakah kita layak mencuri titipanNya?

Lalu untuk apa menahan diri dari amalan yang jaminannya adalah janji Alloh? Lalu kenapa ragu untuk mengiringinya dengan keihlasan? Keikhlasan memberikan yang terbaik yang kita punya dan menyegerakannya akan menjadi amalan penyelamat kita di hari perhitungan kelak. Bukan dari berapa banyak kebutuhan hidup yang sudah terpenuhi, bukan dari banyaknya tabungan, bukan pula dari besarnya investasi prospektif yang akan mampu menolong kita jika ruh ini kembali. Tetapi dari berapa besar yang kita ikhlaskan untuk berniaga denganNya..

Bukan ‘mereka’ yang butuh harta kita
Tapi Kita butuh menyalurkan harta karena kita ingin mendapat bekal yang layak ketika harus ‘kembali’




******Renungan diri …….19 Ramadhan 1435 H



__________________________________________________________________
Dwi Erlina Wati
KPP Pratama Bantul





Inspirasi 8658013627393601358

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Populer 7 Hari Terakhir

Random Posts

@salahuddinDJP

Kunjungan