Loading...

Internet of Things

Internet of Things (IoT) dan Big Data adalah judul tulisan Feris Thia di Kontan edisi Senin, 9 November 2015. Ditulis di sana, tentang seo...

Internet of Things (IoT) dan Big Data adalah judul tulisan Feris Thia di Kontan edisi Senin, 9 November 2015.

Ditulis di sana, tentang seorang ayah yang sedang beristirahat makan siang lalu masuk alert dari smartphone-nya. Masuk informasi tentang detak jantung putrinya yang meningkat cepat. Juga ada indikasi alergi yang berbahaya bagi putrinya yang sedang berada di sekolahnya. Laki-laki ini segera menghubungi pihak sekolah dan dokter untuk melakukan pertolongan untuk putrinya.

Selain kesigapan ayah, pihak sekolah, dan dokter, penulis artikel juga ingin mengatakan bahwa itu berkat smartwatch yang dikenakan sang putri. Jam tangan pintar yang dipakai sang putri bisa menangkap dan mengirim info detak jantung dan gangguan alergi berbahaya ke smartphone ayahnya.

Kata penulis artikel, ini bukan kisah di film fiksi.

IoT adalah teknologi dimana sekumpulan perangkat fisik akan dapat melakukan pertukaran data satu sama lain melalui alat elektronik dan jaringan yang terbentuk.

Awal bulan lalu, saya mewawancarai Best CIO (Chief Information Officer) 2015 versi majalah SWA. Beliau juga sempat bercerita tentang modelling, social business, big data, dan scrolling.

Di depan, akan banyak informasi yang tampak seperti sampah tapi menjadi penting bagi para ahli.

Fungsi analisis, pengawas, penilai, intelejen, dan mungkin banyak lainnya lagi akan dapat dibantu alat. Atau digantikan oleh alat, mesin, atau sistem.

Penulisnya, dalam perspektifnya, menutup dengan pertanyaan; Sudah siapkah anda menyambut dan menggarap potensi bisnis dari teknologi ini? Saya, malah ingin memulai dari pertanyaan; Sudah siapkah kita memasuki zaman itu?

Hampir pasti, era itu akan datang. Bau dollarnya terlalu harum untuk ditinggalkan.

Akuntan, ahli hukum, ahli sosial, psikologi, AR, analis, auditor, dokter, tenaga pemasar, help desk, front liner, dan mungkin ada banyak mungkin punya kompetitor baru. Termasuk menjadi ayah dan ibu bagi anak-anak kita. Anak-anak bisa punya pihak lain yang lebih banyak memberi data yang akurat.

Manusia punya lima peran yang kelimanya membentuk status yang khas; makhluq, mukarramun, mukallafun, mukhayyarun, dan majziyun. Manusia adalah makhluk yang dimuliakan. Dimuliakan dengan ruh, imtiyaazat, dan wewenang penaklukan atas dunia. Ia makhluk mulia yang mukallaf untuk menjadi hamba sekaligus sebagai khalifah. Ia makhluk mulia yang punya wewenang dan punya hak pilih. Memilih beriman atau mengingkari semuanya. Maka surga dan neraka adalah konsekwensi bagi manusia.

Manusia tidak punah semata oleh mesin, alat atau sistem. Manusia terancam punah ketika dia tak menguatkan kesadarannya sebagai makhluk mulia yang mukallaf yang punya kebebasan memilih dan yang berkonsekwensi surga dan neraka.

Manusialah yang bisa merendahkan kemanusiaannya.

Wallahu'alam..

Laa sahla illa maa ja'altahu sahlan..

Jakarta, 17 November 2015





_____________________________________________________
Eko Novianto Nugroho
Direktorat Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan







Khasanah 419175063693323907

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Populer 7 Hari Terakhir

Random Posts

@salahuddinDJP

Kunjungan