Loading...

Diinun bi Ghairi Wahyin

Diinun itu agama, bi ghairi itu tanpa, dan wahyin itu wahyu Agama tanpa wahyu. Penyerunya akan mencemooh agama, tapi ingin diimani sebag...

Diinun itu agama, bi ghairi itu tanpa, dan wahyin itu wahyu Agama tanpa wahyu.

Penyerunya akan mencemooh agama, tapi ingin diimani sebagaimana pengikut agama beriman pada agamanya. Penyerunya akan mencaci pemimpin agama sambil meminta kesetiaan, pengorbanan, dan pembelaan sebagaimana pengikut agama memberikan kesetiaan, pengorbanan, dan pembelaan pada agamanya. Aktivisnya akan menyerukan agar menjauhi agama, sambil meminta kita mendekat padanya sedekat mungkin. Mereka menyerukan penolakan nilai-nilai agama, tetapi -secara rakus- merampas semua nilai yang ada pada agama.

Tak perlu kaget. Bersikaplah tenang. Cernalah dahulu. Rujuklah dahulu. Jangan kaget.

Mereka akan bilang kita kolot, sampai kita kolat padanya. Mereka akan bilang kita taqlid, sampai kita taqlid padanya. Mereka akan bilang kita bodoh, sampai kita bisa dibodohinya. Mereka bilang kita reaktif, sampai kita diam saja terhadap semua yang mereka katakan.

Tak perlu kaget. Mereka cuma menolak kandungan agama, tapi sangat rakus mengambil semua bentuk keistimewaan agama.

Sekadar itu saja mereka.

Kita cuma perlu menguatkan orang-orang kita, istri dan anak kita, dan pada mereka yang menjadi tanggung jawab kita.

Berpikirlah bahwa mereka sedang melakukan tugasnya. Cobalah memahami jika mereka sedang diawasi guru mereka. Ketahuilah bahwa mereka sedang bekerja.

Setiap kita bisa membenci musuh yang belum tentu salah dan setiap kita bisa mencintai kekasih yang belum tentu benar.

Jangan kemayu.


[Negeri Tanpa Laki-laki-Pengingkaran Kandungan dan Pengambilan Bentuk]




__________________________________________________________________
Eko Novianto
Direktorat Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan








Eko Novianto Nugroho 4682021662845039351

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Populer 7 Hari Terakhir

Random Posts

@salahuddinDJP

Kunjungan