Loading...

Konsekwensi

Ngundhuh wohing pakarti. Kata orang jawa. Semua harus siap dengan konsekwensi. Setiap kita harus siap dan kuat menghadapi konsekwensi da...

Ngundhuh wohing pakarti. Kata orang jawa. Semua harus siap dengan konsekwensi.

Setiap kita harus siap dan kuat menghadapi konsekwensi dari hal buruk yang  pernah kita banggakan di masa lalu.

Kalau kita pernah banggakan kekuatan otot kita dalam menyelesaikan banyak persoalan di masa lalu, bersiaplah dan kuatkan hati menghadapi konsekwensinya. Ngunduh wohing pakarti.

Juga tentang kesombongan karena kekuasaan. Juga kekuatan uang. Koneksi. Rupa rupawan. Atau badan bagus menggoda. Atau otak cemerlang menawan. Atau apapun.

Mereka yang pernah menyombongkan sesuatu, bersiaplah menerima konsekwensinya kelak.

Pada masanya, akan datang sesal. Malu. Sangat malu.

Konsekwensi tidak selalu berupa kemalangan. Perhatikan pula konsekwensi yang berupa sulitnya kita keluar dari kesalahan. Makin sombong. Makin bohong. Makin lacur. Makin ngawur.

Ora ana kesekten sing madani pepesten. Tidak ada kesaktian yang bisa mengalahkan kepastian. Tak ada sumber daya yang mampu menggeser kepastianNya.

Ngunduh wohing pakarti. Kata orang Jawa.

Mangga.

Jakarta, 2 Februari 2016




__________________________________________
Eko Novianto
Direktorat Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan




Hikmah 3839808030129902148

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Populer 7 Hari Terakhir

Random Posts

@salahuddinDJP

Kunjungan