Loading...

Menjadi Terkenal di Jakarta

Bagaimana tidak? Tiba-tiba saja, dari mobil di sebelah, ada yang memanggilku akrab. 'Anjing, katanya. Aku dan semua di Metromini itu d...

Bagaimana tidak?

Tiba-tiba saja, dari mobil di sebelah, ada yang memanggilku akrab. 'Anjing, katanya. Aku dan semua di Metromini itu disapanya dengan akrab.

Atau Bangsat.


'Bajingan.. Bajingan.. Bajingan..', gumam orang yang berpapasan di peron stasiun. Sempat beradu pandang, tapi lalu saling berpaling, mungkin dia sungkan.

Orang-orang Jakarta tidak cuma mengenal nama-namaku. Mereka juga mengenal baik sifatku.

'Sabar napa!, kata seorang ibu di dekat tempat parkir. 'Gak sabaran amat sih!', kata yang lain memperjelas sifatku.

'Goblok!', kata sopir mikrolet M-sekian dengan tepat menggambarkan kelemahanku.

'Hei! Gatel ya! Lewat sana ngapa..', kata seorang perempuan di sebuah terminal angkutan umum. Sekali lagi, penggambaran tentang sifatku dilakukan dengan tegas, penuh percaya diri, dan tak membuka ruang koreksi.

Belum lama, aku sudah terkenal. Jadi pingin malu.

Stasiun Haeurgeulis, 20 Februari 2016


____________________________________
Eko Novianto Nugroho
Direktorat Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan
Hadits 1577717767635960155

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Populer 7 Hari Terakhir

Random Posts

@salahuddinDJP

Kunjungan