Loading...

Bersaing Dengan Orang Yang Mati Syahid

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum  datangnya lima perkara: manfaatkan masa  mudamu sebelum datangnya masa tuamu, manfaatkanlah masa seh...

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum  datangnya lima perkara: manfaatkan masa  mudamu sebelum datangnya masa tuamu, manfaatkanlah masa sehatmu sebelum  datangnya masa sakitmu, manfaatkanlah  masa kayamu sebelum datangnya masa  fakirmu, manfaatkanlah masa luangmu sebelum datang masa sibukmu dan manfaatkanlah masa hidupmu sebelum  datangnya masa matimu.”  

Besok Anda akan pergi, dimanakah bekal  Anda?! Tahun-tahun adalah fase-fase,  bulan-bulan adalah jarak yang sangat  jauh, hari-hari adalah jarak yang begitu  panjang, nafas adalah langkah-langkah dan ketaatan-ketaatan adalah modal,  kemaksiatan adalah perampok yang  membegal milik berharga kita di tengah  jalan, dan keuntungan adalah surga,  sedangkan kerugian artinya adalah neraka.  

Maka bangun dan bangkitlah untuk  melakukan kebaikan dan kibarkanlah  slogan Anda di bulan ini seperti:  
1. Sudah lewat waktu tidur dan telah  datang waktu ibadah  
2. Tidak akan ada seorangpun yang  mendahului saya mendekati Allah.  
3. Saya akan sungguh-sungguh beribadah  kepada-Mu tidak sebagaimana hari  yang lalu.  
4. Saya akan menyegerakan taat kepadaMu  wahai Tuhanku agar Engkau  ridha.  
5. Mari Bersama orang-orang shalih  generasi pertama.  
6. Sungguh saya akan lebih mendekat  kepada Rabb-ku yang akan memberiku  petunjuk. 

Gantungkan slogan ini di dalam kamar  tidur Anda atau di dalam mobil Anda atau  letakan ia pada barang bawaan Anda;  agar selalu mengingatkan Anda dengan  ketaatan.  

Bersaing DENGAN ORANG  YANG MATI SYAHID  

Ya. Dengan ketaatan, Anda  bersaing dengan orang yang  mati syahid dalam kedudukan  dan ada kemungkinan Anda  mengalahkannya.  
Diriwayatkan dari Thalhah bin Ubaidillah  radhiyallahu ‘anhu bahwa ada dua orang  dari Bani Qadha’ah datang kepada  Rasulullah saw, keduanya masuk Islam  secara bersamaan. Salah seorang dari  keduanya sangat tekun dan sungguhsungguh  beribadah dibandingkan yang  satunya.  Keduanya berangkat perang di jalan Allah,  kemudian seorang yang tekun dan sungguh sungguh gugur syahid. Sedangkan yang  satunya tetap hidup setelahnya selama  setahun, baru kemudian meninggal.  Thalhah mengatakan, “Aku bermimpi berada  di pintu surga dan tiba-tiba bertemu  dengan keduanya. Pemuda yang meninggal  belakangan dipersilakan lebih dahulu  untuk masuk surga.  Tidak lama kemudian barulah diizinkan  kepada yang mati syahid (yang meninggal  lebih dahulu) untuk masuk. Setelah itu ia  berkata padaku, ”Pulanglah kamu belum  waktunya.”  Paginya, Thalhah menceritakan apa yang  dilihat dalam mimpinya kepada orangorang.  

Mereka heran, bagaimana orang  yang meninggal biasa bisa mendahului  orang yang mati syahid untuk masuk  surga. Berita itu akhirnya sampai kepada  Rasulullah SAW. Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah saw, orang ini lebih tekun dan  sungguh-sungguh dibandingkan temannya  yang mati syahid. Kenapa temannya masuk  surga lebih dulu dari yang mati syahid?”  Rasulullah SAW menjawab, “Bukankah  setelah itu dia hidup selama satu tahun?”  Mereka menjawab, “Betul.” Rasulullah SAW bersabda, “Dia menjumpai  Ramadhan, dia berpuasa dan shalat  demikian dan demikian dalam setahun?”  Mereka menjawab, “Betul.” Rasulullah SAW  bersabda, “Maka jarak antara keduanya  lebih jauh (dibandingkan jarak) antara langit  dan bumi.” (Hadits Shahih diriwayatkan  oleh Ibnu Majah)  

Silahkan Anda membayangkan diri Anda di  dalam surga sedangkan Anda dalam posisi  (seperti) orang-orang yang mati syahid  dan orang-orang shaleh. Itu setelah Anda  berpuasa Ramadhan dengan puasa yang  benar karena iman dan penuh harap serta  merebut kebaikan-kebaikan yang ada di  bulan Ramadhan.  

“Maka timbangan (kebaikan) Anda menjadi  berat dan derajat Anda di surga menjadi  tinggi. Anda berada di samping Nabi,  shahabat dan orang yang mati syahid. Dan  mereka adalah sebaik-baik teman.” (QS. An  Nisa’: 69)  

Sekarang, mari kita masuk pada program  “Ramadhan Sepenuh Hati” yang akan  kita lakukan sepanjang bulan Ramadhan.



__________________________________________
Ramadhan Sepenuh Hati, Muhammad Lili Nur Aulia





Ramadhan 6621882599835913097

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Populer 7 Hari Terakhir

Random Posts

@salahuddinDJP

Kunjungan