Loading...

Belum Setan

Setan memang terus bekerja. Mulai membisikkan keburukan pada hati manusia sampai muncul di hadapan manusia sebagai manusia. Setidaknya t...

Setan memang terus bekerja. Mulai membisikkan keburukan pada hati manusia sampai muncul di hadapan manusia sebagai manusia.

Setidaknya tiga kali setan muncul sebagai manusia dalam sirah nabi Muhammad. Tiga kali saja.

Pertama, ketika pemimpin Qurays sedang rapat. Rapat untuk menghentikan gerakan Rasul Muhammad. Ketika majlis dead lock pada topik rencana pembunuhan, setan datang sebagai orang tua yang tampak matang dan bijak dengan usul yang brilian.

Kedua, ketika terjadi Baiah Aqobah yang kedua. Ketika terjadi peristiwa penting yang nantinya terbukti bagus untuk penyiapan Yasrib sebagai basis sosial yang baru bagi gerakan, setan muncul lagi sebagai manusia dan berteriak-teriak mengingatkan bahaya peristiwa itu.

Kemunculan ketiga terkait dengan jatuhnya kota Makkah ke pangkuan gerakan.

Tiga kali.

Ada bagusnya tak berlebihan. Belum setan. Aksi mereka memang menyesakkan dada. Memang memeras otak. Memang menguras emosi. Memang melelahkan jiwa dan raga. Memang. Tapi belum setan.

Belum setan.

Mungkin juga karena otak, jiwa, raga, emosi, dada, cita-cita, upaya, usaha, dan semua kita yang masih kecil. Jadi bisikan setan pada mereka masih sangat memadai.

Belum setan. Jangan membesar-besarkan. Kita yang kecil.

Tak pantas untuk mengusik emosi tanpa kehadiran akal yang cerdas dan jiwa yang besar. Jangan membesarkan mereka, kita yang kerdil.

Belum setan.





_______________________________
Eko Novianto Nugroho
KPP Madya Jakarta Pusat



Hikmah 5117261329643609985

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Populer 7 Hari Terakhir

Random Posts

@salahuddinDJP

Kunjungan