Loading...

Hilal Ramadhan Telah Nampak

Ketika hilal (bulan sabit awal bulan)  Ramadhan telah terlihat, kala itulah  tamu agung Ramadhan mengetuk  pintu Anda untuk masuk. Segera...

Ketika hilal (bulan sabit awal bulan)  Ramadhan telah terlihat, kala itulah  tamu agung Ramadhan mengetuk  pintu Anda untuk masuk. Segeralah  bangun dengan gembira dan  tanyalah siapa yang mengetuk pintu?  Ia pun  akan menjawab: Aku adalah Ramadhan. 

Dan ketika Anda tidak percaya dengan  diri sendiri bahwa ia (Ramadhan) sudah  di ambang pintu, pasang pendengaran  Anda dan ulangi pertanyaan Anda sekali  lagi: Siapa yang mengetuk pintu? Maka dia  menjawab: Aku adalah Ramadhan.  Air mata pelaku maksiat berderai di malam hari  karena malu pada siapa dia bermaksiat Sujud rindu kepada Yang Maha pengasih  untuk mengemis ridha-Nya  

Tidak ada salahnya Anda mengulangi  pertanyaan sekali lagi. Katakan: Siapa  yang mengetuk pintu? Dan tentu karena ia  adalah bulan mulia dan bulan kesabaran,  maka ia akan menjawab Anda: Aku adalah  Ramadhan.  

Sekarang cukupkan pertanyaan dan  bukakan pintu untuknya lalu katakan  kepada hilalnya sebagaimana yang  diajarkan oleh Nabi Shalallahu ‘Alaihi  Wassalam: 
 اللهم أهله علينا باليمن واإليمان والسالمة واإلسالم هالل خير  ورشد ربي وربك هللا  
“Ya Allah jadikanlah dia bagi kami bulan  kebaikan dan keimanan, keselamatan dan  Islam, bulan kebaikan dan petunjuk, Rabbku  dan Rabbmu adalah Allah.” (as silsilah  as shahihah)  

Ramadhan yang Istimewa  
Berniatlah dari sekarang.  Menahan diri dari perkara-perkara  yang diharamkan  Allah, berpuasa  dari dosa-dosa, beristigfar  meminta ampun kepada  Allah di waktu sahur (menjelang  subuh), berdesak-desakan berebut untuk  mendapatkan takbiratul ihram (shalat  jamaah) dan rindu di shaf pertama, senantiasa bersama al Quran, memeluk  erat amal-amal sunnah, mendatangi majlis  orang-orang shaleh dan berlomba dalam  amal-amal kebaikan ..  

Untuk Allah, Karena Allah, Bersama Allah. 
Janganlah berpuasa sebagaimana kebiasaan,  hanya puasa perut dan kemaluan  saja. Berapa banyak orang berpuasa,  sedang dia tidak mendapatkan pahala  dari puasanya kecuali hanya rasa lapar  dan dahaga. Berapa banyak orang shalat  malam, tapi dia tidak mendapatkan pahala  dari shalatnya kecuali kepayahan dan  keletihan. Namun jadilah Anda orang  yang berbeda dan istimewa. Puasalah dengan puasa yang tidak seperti biasanya.  Puasalah dengan puasa yang diridhai  Allah. Puasalah dengan puasa yang  menjadikan Anda berlomba dengan orang  yang mati syahid untuk meraih kedudukan  (di surga). Yaitu puasanya semua anggota  badan dan lintasan (pikiran). Apabila tiba waktu berbukanya perut dan kemaluan,  jadikanlah semua indera mulai dari mata,  telinga, tangan, dan kaki hingga lintasan  (pikiran), tetap terus berpuasa. Lisan  berpuasa dari berdusta dan berbohong,  akal berpuasa dari lintasan-lintasan yang  diharamkan, mata berpuasa dari melihat  yang haram.  Tangan berpuasa dari memegang rokok,  telinga berpuasa dari mendengarkan  ghibah, gunjingan dan nyanyian-nyanyian  yang rendah. Hati berpuasa dari mencintai  perkara haram dan menikmatinya. Dengan  demikian apabila lisan berucap maka  berucap tentang Allah. Apabila berbicara  maka berbicara karena (untuk) Allah dan  apabila diam, maka diam bersama Allah.  

Semuanya adalah untuk Allah, karena  Allah dan bersama Allah.  Apakah Kalian Ridha?  Ibadah puasa terus ada sampai Allah  mengizinkan kepada matahari kehidupan  untuk terbenam. Pada saat itu orang-orang  yang berpuasa benar-benar berbuka  atas suara adzan yang bergema dikumandangkan oleh malaikat Allah Yang  Maha Tinggi, sedang dia menyampaikan  kabar gembira kepada mereka orang-orang  yang berpuasa,  “Dan bergembiralah dengan surga yang  dijanjikan kepada kalian.” (QS. Fushilat:  30).  Mereka kelak mendapatkan hidangan  berbuka dari Allah Yang Maha Pengasih  lagi Maha Pengampun,  “Di tempat yang disenangi di sisi (Rabb)  Yang Maha Berkuasa.” (QS. Al Qamar: 55)  Allah menyeru mereka dengan kelembutanNya,  dengan rahmat-Nya dan dengan kasih  sayang-Nya: apakah kalian ridha (puas)?  

Alangkah indahnya bila kita membangun  rencana dalam puasa yang unik ini. 
Yaitu  puasa khususnya khusus ..  
Puasanya orang  yang ingin dijauhkan  dari neraka  ..  
Puasanya orang yang ingin mendapatkan  ridha Tuhannya ..  
Puasanya orang yang ingin mengalahkan  derajat orang yang mati syahid ..  
Puasanya orang yang ingin berdekatan  dengan orang tercinta Muhammad SAW di  surga ..  
Puasanya orang yang ingin memuliakan  tamu (Ramadhan) yang lama ditunggunya.  

Setelah ini, sebisa mungkin segeralah tidur  lebih awal untuk menyempurnakan  program di waktu sahur. Waktu nuzul  rabbani (turunnya Tuhan), pada saat Anda  berada di tempat bersama malaikat.  

Detik-Detik Luar Biasa  
Rasulullah SAW bersabda:  “Allah turun ke langit dunia setiap malam,  sampai tinggal sepertiga malam terakhir.  Kemudian Dia berfirman: “Siapa yang  berdoa kepada-Kua maka Aku kabulkan untuknya. Siapa meminta kepada-Ku maka  Aku beri kepadanya. Dan siapa meminta  ampun kepada-Kua maka Aku ampuni dia.”  (HR. Bukhari)  

Dia Turun Kepadamu  
Allah telah mengutus rasul-rasul kepadamu  namun kamu tidak menyambut (ajarannya).  Allah mengirim seruan kepadamu melalui  kitab-Nya namun kamu tidak hadir.  Allah telah melebihkan nikmat kepadamu  untuk mendekatkanmu namun kamu  berpaling dari-Nya. Sampai ketika semua itu tidak juga membuatmu baik, Dia turun  kepadamu ke langit dunia setiap malam.  “Dan di waktu sahur mereka beristigfar  meminta ampunan.” (QS. Adz Dzariyat:  18).  Agar Anda merasakan lezatnya bermunajat  dan nikmatnya rasa dekat dengan Yang  Dicintai?  


__________________________________________
Ramadhan Sepenuh Hati, Muhammad Lili Nur Aulia





Ramadhan 1774655271256378962

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Populer 7 Hari Terakhir

Random Posts

@salahuddinDJP

Kunjungan