Loading...

Kotak Infaq

Inisial nama beliau adalah Pak DSM. Pertama kali mengenal beliau ketika promosi dari Jakarta ke kanwil DJP Sumatera Utara II. Beliau diangk...

Inisial nama beliau adalah Pak DSM. Pertama kali mengenal beliau ketika promosi dari Jakarta ke kanwil DJP Sumatera Utara II. Beliau diangkat sebagai Kepala Bidang di salah satu bidang yang ada di Kanwil DJP Sumatera Utara II. Setiap harinya beliau selalu sholat berjamaah. Sebelum adzan berkumandang, beliau sudah terlebih dahulu berangkat ke Mesjid PLN di depan kantor.

Suatu hari, ketika saya ada keperluan ke bidang Pak DSM, saya melihat kotak infaq di meja salah seorang pegawai. saya tanya pegawai yang bersangkutan, kotak infaq itu dari mana dan untuk siapa. Dia mengatakan bahwa kotak infaq itu milik bidang  dan ditujukan untuk pegawai yang ada di bidang itu sendiri.

Ide kotak infaq tersebut dari Pak DSM. Setiap Pegawai bebas mengisi kotak infaq sesuai dengan kemampuan dan keikhlasan masing-masing. Namun apabila ada pegawai lain di luar bidang yang ingin mengisi kotak infaq juga tidak dilarang.

Sekitar bulan Mei tahun 2015 Pak DSM ditakdirkan menjadi atasan saya. Beliau mutasi. dari kepala bidang P2Humas, diangkat  sebagai Kepala Bidang Keberatan, Banding, dan Pengurangan Kantor Wilayah DJP Sumatera Utara II.

Bidang Keberatan, Banding, dan Pengurangan terdiri dari dua puluh orang pegawai yang terdiri dari pegawai muslim dan pegawai non muslim. Pegawai muslim terdiri dari delapan orang, dan sisanya adalah pegawai non muslim.

Setelah beberapa bulan melaksanakan tugas sebagai kepala bidang Keberatan, Banding, dan Pengurangan, suatu hari beliau mengutarakan keinginannya untuk menempatkan kotak infaq di Bidang Keberatan, Banding, dan Pengurangan. Beliau mengajak beberapa pegawai muslim laki-laki untuk musyawarah. Setelah dicapai kesepakatan, tidak lama kemudian kotak infaq telah tersedia di ruangan bidang Keberatan, Banding, dan Pengurangan.

Pada hari-hari tertentu, ketika para pegawai bawahannya mendapatkan tambahan rezeki seperti uang dinas, uang bonus, gaji ke-13 dan sebagainya, beliau tak bosan-bosannya mengingatkan kami untuk mengisi kotak infaq. Bagi pegawai non muslim yang ingin mengisi kotak infaq juga tidak dilarang.

Pada saat-saat tertentu, kotak infaq tersebut dibuka. Waktunya tidak tetap. Bisa sekali tiga bulan, sekali empat bulan, atau sekali enam bulan. Jumlahnya dihitung dan dicatat pada papan pengumuman yang ada di Bidang Keberatan, Banding, dan Pengurangan. Selanjutnya beliau mengajak pegawai muslim untuk musyawarah, menentukan kepada siapa infaq akan diserahkan.

Penyerahan hasil infaq juga berbeda-beda tempatnya. Bulan ini diserahkan kepada anak yatim di suatu daerah, bulan berikutnya diserahkan kepada orang miskin yang ada di dekat kantor, atau bulan berikutnya diserahkan kepada panti asuhan tertentu.

Saya sangat beruntung mengenal beliau. Adanya kotak infaq di ruangan kerja seperti ide beliau sangat menginspirasi. Pegawai yang ingin menginfaqkan hartanya tidak perlu lagi jauh-jauh mencari Mesjid, Musholla, atau tempat lainnya karena kotak infaq sudah tersedia di ruangan kerja.

Semoga kelak saya dapat mencontoh ide beliau, dan semoga Allah SWT memberikan berkah serta mengabulkan setiap doa yang beliau panjatkan. Aamiin.


_________________________________________
Dimpu Anisa
Kanwil DJP Sumatera Utara II








Inspirasi 2892049554808649428

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Populer 7 Hari Terakhir

Random Posts

@salahuddinDJP

Kunjungan