Loading...

Memaknai Arti Tanggung Jawab

Tanggung jawab merupakan suatu energi positif yang dapat mengambil alih segala sesuatunya. Hal tersebut berawal dari adanya suatu kebebasan...

Tanggung jawab merupakan suatu energi positif yang dapat mengambil alih segala sesuatunya. Hal tersebut berawal dari adanya suatu kebebasan yang dimiliki oleh setiap orang. Kebebasan itulah yang akan menimbulkan konsekuensi, baik berupa dampak positif maupun dampak negatif, sehingga munculah akibat dari kebebasan memilih itu sendiri yang harus diterima dengan lapang dada. Manusia pada fitrahnya merupakan makhluk yang tak jarang berbuat salah. Apabila setiap hari kita menemukan kesalahan, mungkin sudah sewajarnya. Namun, yang menjadikan tidak wajar adalah ketika seseorang mengelak dari kesalahannya. Orang-orang yang seperti itulah yang dapat digolongkan menjadi orang yang tidak dapat diberikan amanah atau disebut tidak bertanggung jawab.

Mengapa harus bertanggung jawab?
Bila kita tak mau bertanggung jawab atas apa yang telah kita lakukan, siapa yang akan menderita? Apakah orang lain? Tidak. Melainkan diri kitalah yang akan menderita. Orang lain mungkin baik-baik saja. Bisa saja orang lain lupa atas apa yang telah kita perbuat. Sementara kita terus menerus bergelut dengan penghindaran. Satu kali kita melakukan penghindaran, maka akan terus bermunculan kebohongan yang kita ciptakan. Sadar atau tidak kebohongan tersebut yang akan menjerumuskan kita dalam perbutan dosa. Dosa itulah yang akan menyeret kita ke neraka.
Mari kita introspeksi. Andai kita mau bertanggung jawab. Siapa yang akan diuntungkan? Apakah orang lain? Tidak. Diri kitalah yang akan memetik keuntungan tersebut. Hati menjadi tentram dan damai. Kita juga akan merasa lega dari kemelut  kebohongan yang menyiksa batin. Bertanggung jawab bukanlah untuk orang lain. Kita bertanggung jawab untuk diri kita sendiri, yaitu membebaskan diri dari beban kebohongan. Jangan sampai karena satu kebohongan kecil, orang lain menjadi tidak percaya lagi. Ketika orang lain sudah tidak mau percaya kepada kita, maka akan susah untuk bisa membangun kembali adanya suatu kepercayaan. Oleh karena itu, bijaklah dalam mengambil suatu keputusan. Bertanggung jawab merupakan pilihan yang bijaksana. Barangkali karena itulah Allah swt berfirman : “Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya.” (QS. Al Mudatstsir : 38)

Begitu sulitkah bertanggung jawab?
Bagi kebanyakan orang, ya. Mengapa? Karena tanggung jawab berarti mengambil suatu resiko apapun yang akan terjadi. Kemungkinan yang terjadi hanya ada dua, resiko baik atau resiko buruk. Semua orang pasti siap apabila resikonya baik. Sebaliknya, apabila resikonya buruk hampir kebanyakan orang tidak mau bertanggung jawab. Mungkin lebih memilih lempar batu sembunyi tangan atau bahkan tak jarang ada yang saling melimpahkan kesalahannya pada orang lain. Hal tersebut karena ada unsur ego. Tanpa kita sadari bahwa ego itu bukannya memproteksi, malah justru membahayakan diri kita sendiri. Kita jadi sengsara dan menderita, hanya gara-gara terus menyimpan kebohongan.

Adapun kekuatan dari bertanggung jawab. Setidaknya apabila kita berani bertanggung jawab ada 4 kekuatan atau keuntungan yang kita peroleh, diantaranya :
1.    Menumbuhkan sikap disiplin yang tinggi.
2.    Dapat dipercaya oleh orang lain baik dalam pekerjaan ataupun yang lainnya.
3.    Memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.
4.    Kesuksesan cepat diraih.

Tanggung jawab terbagi menjadi beberapa macam. Yang paling utama adalah tanggung jawab terhadap diri sendiri. Salah satu wujud tanggung jawab terhadap diri sendiri adalah mampu mempertanggung jawabkan profesi yang telah dipilih. Contoh profesi yang telah dipilih adalah sebagai pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Profesi tersebut tentu merupakan suatu amanah besar. Untuk menjaga amanah tersebut, kita harus memiliki sikap tanggung jawab. Bentuk tanggung jawab terhadap profesi tersebut tentu dengan memberikan kontribusi yang baik kepada negara setara atau lebih dengan apa yang negara berikan kepada kita. Bekerja cerdas demi negara. Kerjakan sendiri apa yang bisa kita lakukan sendiri. Jangan putus asa! Jangan pernah mengeluh! Semua itu dilakukan karena apa yang negara berikan kepada kita akan dipertanggung jawabkan di akhirat nantinya. Bisa saja termasuk dalam kategori halal, syubhat, atau bahkan haram. Adapun syarat menjadi halal, yaitu apabila kita diterima PNS bukan dari hasil menyuap atau KKN, kita aktif dan disiplin dalam bekerja sehingga tidak makan gaji buta, dan tidak korupsi sekecil apapun. Oleh karena itu, mari tunjukan tanggung jawab kita sebagai pegawai DJP! Jayalah Pegawai Pajak! DJP BISA!




_____________________________________

Swastina Wardhani
KPP Pratama Parepare



Swastina Wardhani 6922937675179389057

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Populer 7 Hari Terakhir

Random Posts

@salahuddinDJP

Kunjungan