Loading...

Panggil Aku Sangge

Namaku adalah Naulus sangge atau biasa orang-orang memanggilku dengan sebutan “pak sangge”. Aku lahir 49 tahun silam tepatnya 16 Maret 1969...

Namaku adalah Naulus sangge atau biasa orang-orang memanggilku dengan sebutan “pak sangge”. Aku lahir 49 tahun silam tepatnya 16 Maret 1969 di desa holonbola. Memang sudah tidak terlalu muda lagi untuk melakukan pekerjaan yang berat tetapi jiwa dan semangatku tidak mau kalah dengan yang lebih muda. Sekarang aku bekerja sebagai Cleaning service (CS) pada kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) Luwuk. Aku telah mengabdi pada kantor ini kurang lebih 25 tahun, dan itu bukan waktu yang singkat menjalani pekerjaan ini.


Bulan Ramadhan telah tiba, teringat sekitar 25 tahun silam aku datang ke kantor ini melamar sebagai CS karena hanya keahlian itu yang aku punyai. Aku meninggalkan desaku waktu umur 18 tahun untuk merantau ke kota luwuk. Desaku ini berada  ditengah hutan yang memerlukan waktu tempuh sekitar 4 hari 3 malam dengan berjalan kaki karena tidak adanya akses jalan raya yang bisa dilalui oleh kendaraan bermotor. Bisa dibayangkan betapa susahnya diriku untuk balik ke kampung halaman menemui keluarga tercinta. Biasanya aku pulang sekitar 4 bulan sekali atau pas libur panjang agar tidak mengganggu pekerjaanku di KPP Pratama Luwuk. Setiap pulang kampung tak lupa aku membawa bahan yang sangat penting bagi desaku yaitu garam. Bagi kami garam adalah sebuah harta yang sangat beharga selain uang. Mengapa garam sangat beharga, karena kita tidak bisa memproduksinya sendiri dikarenakan jauh dari laut. Biasa kami turun gunung membawa hasil pertanian atau buruan kami untuk ditukar dengan garam. Seperti pepatah hidup terasa hampa bagai sayur tanpa garam, begitulah kira-kira kita makan tanpa garam terasa hampa dilidah kami.

Aku merantau ke kota berbekal dengan tekad dan rasa nekat karena ingin memperbaiki hidup yang lebih baik daripada teman-teman di desaku ini. Dengan umur yang masih muda dan tanpa pendidikan yang cukup aku merantau mencari peruntungan dengan bekerja serabutan sesuai dengan kemampuanku. Berbagai pekerjaan telah aku jalani sampai akhirnya berlabuh pada kantor ini. Banyak cerita telah menghiasi kehidupanku selama bekerja disini dari cerita sedih sampai senang.

Kehidupanku mulai berubah 180 derajat sejak aku bekerja di kantor ini, dari mulai diriku mulai mengenal agama islam dan mempelajarinya karena seringnya melihat para pegawai melakukan ibadah secara khusuk dan bersama-sama . Rasa kekeluargaan diantara mereka membuat aku merasa menemukan keluarga baru yang akhirnya membuat aku memutuskan untuk memeluk agama Islam. 

Ramadhan kali ini begitu sangat istimewah karena tepat 20 tahun aku merayakan bulan nan suci ini sebagai umat islam yang sebenarnya karena telah mengucapkan 2 kalimat syahadat. Hati terasa bergetar saat mengucapakn 2 kalimat tersebut sampai tak terasa ke dua mata ini mengeluarkan setetes air yang meluncur deras ke pipiku ini. Sejuk sampai terasa direlung dan menusuk tulang ini mendengar orang-orang berucap alhamdulillah saat selesai ku berucap kalimat syahadat. Berbagai kemudahan mulai menghampiriku satu persatu setelah aku memeluk agama Islam dari aku berkenalan dengan seorang wanita nan cantik dan anggun yang sekarang telah kupinang menjadi istri walau dengan mahar seadanya. Dari pernikahanku ini aku dikarunia 2 anak yang cantik nak jelita dan seorang pria tampan. Putriku ini aku beri nama fatimah sesuai dengan putri nabi Muhammad SAW yang genius dan pintar berbicara serta sopan tingkah lakunya. Sedangkan untuk putera aku beri nama ibrahim yang ku harapkan bisa berbakti kepada orang tuanya kelak. Tak terasa mereka telah tumbuh dewasa dan kadang-kadang mereka membantuku membersihkan kantor dikala libur sekolah. Hati terasa teriris karena belum bisa memenuhi kebutuhan mereka dan memberikan hiburan seperti anak-anak lain yang lebih mampu. Tetapi aku selalu berucap syukur tatkala mereka yang tak pernah mengeluh akan keadaanku ini dan selalu menghiburku disaat lelah melanda setelah bekerja. Senyum mereka bagai seteguk air yang membasahi tenggorokan dikala dahaga yang menyejukan jiwa ini.

Saat orang masih terlelap dengan tidurnya, aku sudah berangkat menuju kantor untuk membersihkan tiap sudut ruangan dan taman di sekitar kantor bersama ke 2 rekanku dan ketika kantor mulai sepi hanya ditemani dengan sapu dan kain pel kita mulai bekerja lagi menyusuri setiap lorong ruangan.  Bagiku ruangan yang bersih dan nyaman membuat para Wajib Pajak maupun pegawai merasa betah dan tersenyum senang merupakan suatu kepuasan tersendiri dari hasil kerja yang telah aku lakukan.

Aku sangat bangga bekerja disini, walau dengan gaji tidak seberapa hanya sebagai CS tetapi itu sudah sangat cukup bagiku. Rasa kekeluargaan yang membuat aku betah bekerja di sini selama 25 tahun sampai sekarang. Sapaan Setiap hari dari para pegawai membuat aku merasa seperti ada di Kantor ini walau hanya sebagai CS. Selalu disapa dengan senyum ramah setiap berpapasan kadang bagi kami para CS itu merupakan suatu penghormatan yang tiada tara dengan tidak membeda-bedakan pegawai berdasar dengan jabatan dan juga kita dianggap sebagai salah satu keluarga besar dari KPP Pratama Luwuk. 

Pada bulan Ramadhan merupakan berkah buatku karena selepas menunaikan kewajiban tugas, aku selalu diajak untuk ikut berbuka puasa bersama dengan para pegawai yang merantau. Bagiku ini bekah karena mendapatkan makanan mewah yang akan aku bungkus buat anak-anaku yang sudah menunggu dirumah. Bagi mereka menjalin kekeluargaan adalah kunci sukses dari perjalanan kehidupan seseorang yang merantau. Ucapan terima kasih dan doa yang tulus selalu aku panjatkan ketika selesai beribadah buat para pegawai KPP Pratama Luwuk yang selalu senantiasa membantu dan menghargai setiap pegawai rendahan seperti aku ini.

__________________________________________
Fuad Faishol
KPP Pratama Luwuk



Ramadhan 7179781581646509478

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Populer 7 Hari Terakhir

Random Posts

@salahuddinDJP

Kunjungan