Loading...

Keshalihan Sosial Dalam DJP

Dulu, modernisasi dalam tubuh DJP hanyalah sebuah mimpi. Dulu, integritas adalah sebuah kata yang begitu melangit. Dulu, nilai sebuah kej...

Dulu, modernisasi dalam tubuh DJP hanyalah sebuah mimpi. Dulu, integritas adalah sebuah kata yang begitu melangit. Dulu, nilai sebuah kejujuran begitu asing dan terasing. Tetapi dulu selalu ada harapan. Harapan yang lahir dari rasa gelisah karena keterpurukan mental. Harapan yang dimiliki oleh mereka yang berjiwa militan. Mereka yang tidak mengenal lelah dalam berdoa dan berjuang mengukir masa depan DJP dengan prinsip yang kokoh dan prestasi cemerlang. Alhamdulillah, modernisasi pun terwujud, nilai integritas dan kejujuran makin membudaya, dan kepercayaan kepada organisasi besar ini semakin meningkat. Adapun penulis hanyalah generasi kemudian yang menjadi penikmatnya dan berharap dapat mewarisinya dengan baik dan tidak mengecewakan. Melanjutkan rintisan para pendahulu. Penulis meyakini bahwa semua itu tidak mungkin dapat dilakukan secara individu. Kebersamaan adalah sebuah keniscayaan. Hal itu harus ada untuk mendukung mekanisme kerja di dalam sebuah sistem yang telah disepakati dalam rangka mewujudkan mimpi-mimpi besarnya. Namun kebersamaan saja tidaklah cukup. Diperlukan ruh yang kuat bernama keshalihan untuk menggerakannya. Keshalihan sosial dalam DJP menjadi modal yang sangat penting untuk membawa perubahan yang lebih baik.

Allah SWT menyukai keshalihan sosial, sebagaimana di dalam firman-Nya Surat Ash-Shof ayat 4; Innalllaha Yuhibbulladziina Yuqotiliina Fii Sabilihi Shoffa, Ka-annahum bun-yaanun marshush. “Sesungguhnya Allah sangat menyukai orang-orang yang berjuang di jalan-Nya secara bersaf-saf, seolah-olah menyerupai bangunan yang sangat rapi". Lalu, bagaimana dapat mewujudkan keshalihan sosial tersebut. Mari kita mengambil pelajaran dari ciptaan Allah SWT di muka bumi. Karena memang segala yang diciptakan-Nya tidak ada yang sia-sia, sebagaimana Allah berfirman: “(yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Ali-Imran (3):191).

Kita dapat belajar tentang kebersamaan dari Air. Dimana-mana, yang namanya air (mau air apa pun) pasti memiliki sifat yang sama yaitu ‘mengalir menuju ke tempat yang lebih rendah’. Ini menunjukkan semua air memiliki visi yang sama yaitu selalu berusaha untuk menuju ke tempat yg lebih rendah. Begitu juga di dalam organisasi, kesamaan visi sangatlah dibutuhkan untuk menciptakan alur/irama gerakan yang indah seperti air. Ketika air berkumpul, ia akan menciptakan kekuatan yang dahsyat. Bila air yang berkumpul itu ‘jalan-jalan sore di mal’ maka mal itu akan hancur seketika. Ya, kualitas memang penting, tapi kuantitas (jumlah) juga perlu diperhatikan. Ketika ada halangan yang menghambat aliran air, maka apa yang dilakukan air? Pertama, air akan berusaha untuk menabraknya dulu. Jika gagal, maka ia akan mencari celah-celah yang lain (jika ada). Begitu juga dengan kita sebagai organisasi yang kokoh karena didukung oleh banyak potensi SDM-nya, maka ketika ada hambatan yang menerpa, janganlah mundur, hadapi saja, tabrak, jika tidak bisa barulah kita mencari jalan alternatif yang lain. Air dari sungai, saluran air, dsb yang bermuara ke laut, maka kemudian ia akan terpanggang sinar matahari dan menguap, untuk selanjutnya akan terkondensasi menjadi awan, setelah itu lahirlah curah hujan yang turun ke bumi, yang selanjutnya jatuh ke sungai dan saluran air, lalu mengalir lagi, dan seterusnya. Ini menunjukkan air juga melakukan regenerasi untuk melahirkan titik-titik hujan yang baru, yang mampu menghidupkan dan menyegarkan semua yang ada di muka bumi. Ya, idealnya seperti itulah organisasi yang ingin bermanfaat untuk ummat ini. Ia perlu berupaya sekuat tenaga untuk melakukan regenerasi, agar ummat tercerahkan dengan orang-orang baru yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Kita dapat belajar tentang kebersamaan dari Roda. Paling tidak roda mempunyai 3 komponen utama, yaitu poros, jar-jari, dan ban. Semua komponen itu saling terkait dan sama-sama penting. Jika ada salah satu komponen yang tidak ada, maka roda tidak akan berjalan dengan lancar atau bahkan tidak bisa berputar. Di dalam organisasi, poros itu ibaratkan orang-orang inti yang menggerakkan organisasi tersebut, jari-jari itu adalah para pendukung yang memberi kemudahan untuk organisasi, dan ban adalah orang-orang yang bersimpati dan berpartisipasi terhadap organisasi. Semua elemen-elemen tersebut sama-sama penting. Jadi, dalam berorganisasi janganlah menganggap remeh orang-orang di luar organisasi kita. Roda ketika berputar ada sisi yang berada di bawah, sisi yang lain berada di atas. Seperti itu juga kita dalam berorganisasi. Terkadang kita sukses, tapi tidak jarang juga kita terpuruk. Ya terkadang roda kita bannya gembos, maka kita perlu memompanya kembali. Begitu juga organisasi kita, perlu diberi suntikan udara segar agar tetap kuat dan kokoh.

Kita dapat belajar tentang kebersamaan dari menyambung kayu. Ketika kita ingin menyambung 2 kayu yang memiliki volume yang sama agar menjadi kayu dengan ukuran yang lebih panjang, maka apa yang kita lakukan? Kita akan memahatnya dulu di bagian kedua ujung kayu tersebut agar dapat tersambung secara simetris, setelah itu kita paku atas-bawah, lalu diikat. Seperti itu juga kita dalam berorganisasi, jika ingin nilai-nilai kebaikan itu tetap tegak berdiri, maka dibutuhkan pengorbanan dari para SDM-nya.

Kita dapat belajar tentang kebersamaan dari pohon pisang. Mulai dari daun sampai akarnya, semuanya dapat dimanfaatkan. Daunnya untuk bungkus gado-gado (hmm…nyammmy), buahnya bisa dibikin kolak, pisang goreng, dsb, batangnya bisa dibuat rakit atau untuk menancapkan boneka-boneka pada kesenian wayang, pangkal akarnya dapat dibuat sayur. Wah semua bagian tubuhnya bermanfaat. Hendaknya seperti itulah organisasi kita, semua potensi yang kita miliki hendaknya dapat membawa manfaat yang banyak untuk orang di sekitar kita. Pohon pisang setiap tumbuh selalu menghasilkan buah (meskipun hanya sekali berbuah), setelah berbuah biasanya ia akan ‘dipenggal’, supaya bias tumbuh tunas yang baru untuk kemudian tumbuh lagi dan berbuah lagi, dan seperti itu seterusnya. Hendaknya begitu juga organisasi kita, selalu berbuah, dan ketika terjatuh-bangun lagi, terjatuh-bangun lagi, dst.

Kita dapat belajar tentang kebersamaan dari lebah madu. Lebah madu mempunyai kemampuan yang luar biasa, ia mampu membuat sarang dengan bentuk hexagonal (segi enam) secara teliti dan teratur sehingga menyatu sempurna membentuk sebuah sarang yang kokoh. Menurut penelitian, bentuk prisma yang atas-alasnya berbentuk hexagonal adalah wadah yang mampu menampung volume terbesar dibandingkan atas-alas dengan bentuk yang lain (misalnya: lingkaran, segitiga, persegi), dengan jumlah bahan pembuat yang sama. Lebah madu sangat teliti dan rapi. Ya jika kita ingin organisasi kita kokoh, maka kita harus teratur sebagaimana lebah madu membangun sarangnya. Tahukah bahwa ½ kilogram madu bisa diperoleh jika lebah madu mengunjungi sekitar 4 juta kuntum bunga. Luar biasa, begitu bersemangatnya lebah madu. Ketika lebah madu berjalan-jalan dan menemukan sebuah taman bunga yang luas, apa yang ia lakukan? Ia tidak akan ‘menghabisinya’ sendiri. Dengan tenaga yang tersisa, ia akan kembali ke sarangnya dan memberitahukan hal tersebut kepada kawan-kawannya yang lain dengan tarian-tarian khusus. Hal itu tidak lain agar sari bunga yang diambil bisa diperoleh secara maksimal. Ya...Lagi-lagi komunikasi sangat berperan disini.

Mari kita mengambil ibroh (pelajaran) dari hal-hal di atas untuk membuat kita semakin kokoh dan benar-benar membawa manfaat, tidak hanya untuk diri kita tapi juga untuk bangsa ini. Bagaimanapun perjalanan kita masihlah sangat panjang. Jangan berhenti di pertengahannya. Mari kita saling mengingatkan. Kelak kita akan merasa sangat bahagia, dan kesusahan yang pernah kita rasakan akan sirna dan bahkan terlupakan rasa sakitnya. Bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.



_________________________________
Said Ridho Abdillah
KPP Pratama Balikpapan





Said Ridho Abdillah 7074494990843786977

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Populer 7 Hari Terakhir

Random Posts

@salahuddinDJP

Kunjungan