Loading...

Mendalami Makna Syahadat

        Sebagai rukun islam yang pertama, syahadat merupakan ruh, inti, dan landasan bagi seseorang dalam menjalankan ajaran islam (1) . S...

        Sebagai rukun islam yang pertama, syahadat merupakan ruh, inti, dan landasan bagi seseorang dalam menjalankan ajaran islam (1) . Secara harfiah, syahadat berasal dari bahasa arab yaitu syahida (شهد) yang artinya "ia telah menyaksikan". Terdapat dua kalimat dalam syahadat yaitu yang pertama Saya bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah..Ketika seseorang mengucapkan dua kalimat tersebut, maka secara lahiriah dapat disebut sebagai muslim.

     Kedua kalimat syahadat tersebut berulang-ulang diucapkan oleh seorang muslim ketika menjalankan shalat baik shalat fardhu maupun shalat sunnah. Bagian dari kalimat pertama syahadat yaitu ‘laa ilaha illallah’ merupakan kalimat tauhid yang berarti mengesakan Allah, kalimat ini menjadi salah satu ucapan zikir yang paling utama dan merupakan kunci syurga sesuai dengan hadits Rasulullah berikut ini:

“Barangsiapa yang akhir ucapannya adalah kalimat “laa ilaha illallah” maka dia masuk surga.” (HR Ahmad, Abu Dawud, dan Al-Hakim, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir no. 6479)

         Ibaratnya jika seseorang ingin masuk ke ke suatu negara maju maka ia memerlukan persetujuan dari negara tersebut. Jika tidak memiliki paspor atau paspornya tidak dikenal maka ia pun tidak dapat memasuki negara tujuan walaupun memiliki riwayat perilaku yang baik, tidak pernah berbohong, mencuri, serta tidak pernah melakukan perbuatan kriminal lainnya. Demikian juga dengan seseorang yang tidak meyakini keesaan Allah SWT tapi melakukan sejumlah amal perbuatan baik maka amal tersebut tidak diterima di sisi Allah SWT sesuai dengan firman Allah berikut ini:
 25:23
Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. (Al Furqaan: 23) 

Pada surah yang lain, Allah SWT berfirman:
3:85
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (Ali Imran: 85)

       Hal tersebut sekaligus membantah pandangan bahwa semua agama benar dan semua agama sama. Asy-Syaikh Muhammad Said Al Qohthoni menjelaskan bahwa diantara syarat diterimanya syahadat adalah mengetahui dengan benar apa makna yang terkandung di dalamnya, kemudian meyakini dan mencintai syahadat tersebut. Adapun makna tersirat ketika seseorang bersaksi tiada tuhan selain Allah, maka di sisi lain dia pun bersaksi bahwa tuhan-tuhan selain Allah yang diakui dan disembah oleh manusia adalah bukan tuhan.
       Sebagai contoh, jika terdapat soal matematika sederhana dengan kategori pilihan ganda yang memiliki pertanyaaan 1 + 0 = ? Maka pilihan yang tepat adalah:
a. 1
b. 2
c. 3
d. Semua jawaban salah
e. Semua jawaban benar

       Soal tersebut diatas dapat dijadikan sebagai logika keimanan kita, orang atheis tentunya akan memilih jawaban d. semua jawaban salah. Adapun jika kita menjawab semua jawaban benar, maka indikasinya adalah kita tidak memahami matematika, malas berfikir, atau tidak memiliki pendirian atas suatu jawaban yang benar.

      Jika diterjemahkan ke dalam keyakinan, maka pandangan semua jawaban benar seolah-olah di satu sisi meyakini tiada Tuhan selain Allah, tapi di sisi lain merestui bahwa tuhan yang diklaim selain Allah adalah benar (na’udzubillah)

      Seorang ustad dari Kuwait yang bernama Dr. Muhammad Na’im Yasin menyimpulkan bahwa perkataan seperti itu dapat membatalkan syahadat seorang muslim. Sama halnya dengan seseorang yang sudah menyiapkan bekal menuju ke suatu negara kemudian di bagian imigrasi negara tersebut dinyatakan bahwa paspornya dinyatakan tidak berlaku, demikianlah keadaan seseorang yang sudah melakukan banyak amalan shalat, puasa, dsb tapi tidak istiqomah meyakini keesaan Allah SWT. 

        Adapun kriteria Tuhan menurut islam disebutkan dalam surah Al Ikhlas yaitu:
  1. Allah itu Esa.
    Esa berarti tunggal yang menunjukkan hegemoni atau dominasi, jika seandainya Tuhan lebih dari satu artinya Dia tidak mutlak kekuasaannya sehingga harus berbagi dengan zat lain.
  2. Allah merupakan tempat bergantung segala sesuatu.
    Allah tidak membutuhkan segala sesuatu melainkan sebaliknya, jika semua orang di dunia tidak beriman maka Allah tidak akan rugi karenanya.
  3. Allah tidak punya anak dan tidak diperanakan.
    Hal ini menegaskan keabadian Allah, jika Dia punya anak maka berarti hidupnya tidak abadi dan akan dilanjutkan oleh anak keturunannya seperti halnya manusia dan makhluk hidup lainnya. Begitu pula jika Dia memiliki orang tua maka berarti hidupnya sempat tidak ada sebelumnya dan turut menjadi bagian dari penciptaan.
  4. Tidak ada yang setara atau serupa denganNya.
    Hal ini pula yang menyebabkan Allah tidak dapat digambar atau dibuatkan patung. Untuk dapat melukis dan mengukir sesuatu, manusia memerlukan contoh visual sedangkan zat Allah yang Maha Tidak Terbatas tidak dapat dilihat oleh mata manusia atau peralatan lain di dunia ini yang serba terbatas. Sebagai contoh, jika seekor semut diletakkan diatas punggung gajah tentunya tidak akan mampu mengukur dimensi gajah tersebut. Begitu pula jika kita bandingkan ukuran keliling bumi yang 40rb km dengan ukuran galaksi Bimasakti yang diameternya saja diperkirakan paling sedikit 100 ribu tahun cahaya, bagaimana mungkin kita akan mampu mengukur ‘dimensi’ Allah SWT ketika mengukur ciptaanNya saja tidak mampu. Dengan demikian jika ada gambar atau ukiran yang diakui sebagai Tuhan maka sudah pasti dia bukan Tuhan. Dalam suatu peristiwa, salah satu suku aborigin ditanya mengapa tidak ada gambar tuhan dalam sembahan mereka, kemudian mereka menjawab bagaimana mungkin kami bisa melukis cahaya. Adapun cahaya merupakan salah satu sifat Allah, An Nuur


       Kalimat syahadat yang kedua adalah kesaksian bahwa nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT. Adapun dalil yang paling kuat yang dapat digunakan saat ini untuk menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan utusan Allah SWT adalah Al Quran walaupun jejak kerasulannya masih dapat ditelusuri dan fakta historisnya tetap ada. Orang2 diluar islam beranggapan bahwa Al Qur’an itu adalah karangan nabi Muhammad saja sebagaimana disebutkan dalam firman Allah berikut ini:
 25:4
Dan orang-orang kafir berkata: "Al Qur'an ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad dan dia dibantu oleh kaum yang lain"; maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang besar. (Al Furqaan: 4).

         Jika dilakukan penelaahan terhadap kandungan Al Qur’an terdapat sejumlah hal yang berkenaan dengan fakta-fakta sains yang baru dapat ditemukan oleh manusia akhir-akhir ini sementara Al Qur’an telah menyebutkannya sekitar 1400 tahun yang lalu. Adapun diantara dari fakta-fakta sains yang terdapat dalam Al Quran yaitu:
  • Siklus embrio (Al Mu’minuun: 14)
  • Atmosfir  (Fussilat:11-12)
  • Matahari dan bulan berjalan pada garis edarnya (Yaa Siin: 40)
  • Kulit sebagai reseptor rasa sakit (An Nisaa: 56)
  • Gunung dan sebagai pasak bumi (Al Anbiya: 31)
  • Gunung berjalan seperti berjalannya awan (An Naml: 88)
  • Ada dua buah laut yang tidak melalui satu sama lain karena terdapat penghalang (buffer) (Ar Rahman:19-20)
  • Keadaan gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak yang di atasnya ada ombak (An Nuur: 40)
  • Mumi firaun yang diselamatkan (Yunus: 92). Bangsa arab sebelumnya tidak mengetahui bahwa mayat Firaun diawetkan hingga ditegaskan dengan penemuan mumi tersebut  pada tahun 1898.


Penemuan sains tersebut sesuai dengan firman Allah SWT di bawah ini:
 38:88
Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Qur'an setelah beberapa waktu lagi. (Shaad: 88)
 41:53
“Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran……………….(Fushshilat: 53)

     Atas penemuan sains tersebut, terdapat sejumlah ilmuwan yang masuk islam dan ada yang bertanya apakah Muhammad itu seorang pelaut? Ketika dijelaskan bahwa nabi Muhammad SAW hidup dipadang pasir menjadi bertambah keyakinan mereka bahwa beliau bukanlah manusia biasa tapi adalah utusan Tuhan.

Kemudian jika kita cermati, Al Quran merupakan kitab yang bisa dihapalkan orang bahkan oleh anak usia 7 tahun dengan sangat detil, hal ini menunjukkan bahwa ‘pengarang’ Al Qur’an tersebut adalah Zat Yang Maha Kuasa.

Berdasarkan uraian diatas semoga dengan haqqul yaqin dapat lebih memaknai syahadat yang kita diucapkan sehari-hari bahwa benarlah hanya Allah SWT saja Tuhan yang patut untuk disembah dan nabi Muhammad merupakan utusanNya.


(1) https://id.wikipedia.org/wiki/Syahadat 


Referensi:
http://dudung.net/quran 
http://ypiis.com/keutamaan-kalimat-la-ilaha-illallah-buletin-islam-al-ilmu/
http://www.dakwatuna.com/2015/05/19/68832/inilah-kunci-surga/#axzz4BX1vgj4a 
http://mujahidah213.blogspot.co.id/2015/03/fakta-ilmiah-kebenaran-al-quran-dalam.html 



________________________________________

F. Leonardo Zulkarnain 
KPP Pratama Ketapang




Khasanah 3341242970847003603

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Populer 7 Hari Terakhir

Random Posts

@salahuddinDJP

Kunjungan