Loading...

Meterai Kebaikan

Saya punya dompet warna merah motif bunga-bunga yang terdiri dari tiga kantong. Satu kantong untuk tempat uang kertas, satu kantong untuk t...

Saya punya dompet warna merah motif bunga-bunga yang terdiri dari tiga kantong. Satu kantong untuk tempat uang kertas, satu kantong untuk tempat kartu seperti ATM, kartu member Kedai Moslem, kartu mahasiswa, dan kartu lainnya. Satu kantong lagi untuk tempat flashdisk dan barang-barang kecil lainnya seperti jarum peniti untuk jilbab, uang koin, dan meterai.
Meterai yang saya simpan dalam dompet adalah meterai tempel Rp6000 karena meterai ini yang sering digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti untuk perjanjian sewa menyewa, perjanjian jual beli, surat pernyataan, dan surat kuasa.

Kenapa satu kantong dari dompet saya diisi dengan meterai? Karena bagi saya meterai ini sangat penting. Meterai ini bisa saya gunakan untuk menolong orang lain, yaitu orang yang membutuhkan meterai pada saat-saat tertentu. Misalnya ketika secara mendadak diminta membuat surat pernyataan, surat perjanjian, atau surat kuasa yang membutuhkan meterai tempel Rp6000.

Kebiasaan menyimpan meterai dalam dompet adalah kebiasaan baru bagi saya. Sebelumnya tidak  terpikirkan untuk menyimpan benda tersebut.  Ada kejadian kecil yang membuat saya untuk selalu menyimpan beberapa lembar meterai dalam dompet merah kesayangan saya.

Waktu itu ada teman kerja yang membutuhkan  meterai. Sebut saja namanya Yusuf (nama samaran). Dia rekan kerja sebelah meja saya. Kami bekerja di Kementerian Keuangan sebagai pelaksana. Dia membutuhkan meterai untuk keperluan pengurusan ijazah. Kebetulan dia baru selesai melaksanakan pendidikan di luar kedinasan, tepatnya di Universitas Terbuka, Medan.

“Kak, punya meterai Rp6000 gak?” tanya Yusuf. “Saya perlu untuk surat pernyataan pengurusan ijazah saya, nanti saya bayar ya, Kak”, lanjut Yusuf kemudian. “Insya Allah ada, gak usah bayar, gratis.” Jawab saya. “Sebentar ya, saya ambil dulu di dompet.” Lanjut saya kemudian. 

Saya langsung mengambil dompet merah kesayangan dari tas. Saya cari meterai di salah satu kantong tempat saya biasa menyimpan meterai dan barang-barang kecil lainnya. Setelah agak lama mencari, ternyata saya tidak menemukan meterai yang dibutuhkan. Saya  periksa kembali satu persatu kantong-kantong tersebut dan hasilnya tetap nihil.

“Maaf ya, Yusuf,  meterai Kakak ternyata sudah habis.” “Seingat Kakak masih ada di dalam dompet, setelah Kakak periksa ternyata sudah tidak ada lagi.”  “Sekali lagi maaf ya Yusuf.” Dengan berat hati saya sampaikan kepada Yusuf, ternyata saya tidak punya persediaan meterai lagi. Ada sedikit gurat kecewa di wajahnya. Akhirnya saya beri saran agar Yusuf menanyakan kepada bendahara. Biasanya bendahara selalu punya persediaan meterai.

Yusuf bilang sudah menanyakan terlebih dahulu kepada bendahara sebelum menanyakan kepada saya. Persediaan meterai di Bendahara habis. Yusuf menanyakan kepada saya karena katanya pernah melihat saya memberikan meterai kepada Pak Ahmad, atasan kami.

Saya baru ingat, dulu saya pernah memberikan meterai kepada Pak Ahmad. Waktu itu beliau butuh meterai untuk keperluan surat pernyataan jual beli tanah. Karena waktu itu saya punya persediaan meterai, maka langsung saya berikan kepada Pak Ahmad.

Ada perasaan tidak enak di hati, ketika tidak bisa membantu Yusuf. Saya berjanji pada diri sendiri, Insya Allah ketika nanti ada kesempatan, saya akan membeli lebih banyak meterai sebagai persediaan di dompet.

Hingga suatu hari, ketika ada kesempatan ke kantor pos untuk mengantarkan kiriman ke kota kelahiran saya, Padang Sidempuan, saya langsung ingat kalau persediaan meterai saya sudah habis di dompet. Saya langsung membeli sekitar beberapa lembar meterai tempel Rp.6000. 

Saya membeli meterai agak banyak untuk jaga-jaga apabila ada orang lain yang membutuhkan meterai secara mendadak, baik di kantor ataupun dimana saja, maka saya dapat membantu orang tersebut. 

Saya berharap meterai yang saya simpan dalam dompet adalah meterai kebaikan. Meterai yang akan selalu saya gunakan untuk kebaikan. Semoga Allah SWT mencatat sebagai amal kebaikan.  Aamiin.








__________________________

Dimpu Anisa
Kanwil DJP Sumatera Utara II






Kisah 1830567809668262888

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Populer 7 Hari Terakhir

Random Posts

@salahuddinDJP

Kunjungan