Loading...

Doa yang Bertemu Di Penghujung Malam

“Nak. .. besok umi akan kembali ke Pekanbaru lagi ya”,.. Entah sudah kesekian kalinya kuucapkan kalimat itu kepada anak-anakku setiap Ahad ...

“Nak. .. besok umi akan kembali ke Pekanbaru lagi ya”,.. Entah sudah kesekian kalinya kuucapkan kalimat itu kepada anak-anakku setiap Ahad malam menjelang kembalinya aku ke tempat tugas. Berlalunya waktu demi waktu, bulan demi bulan, tahun demi tahun belum juga membuat hatiku merasa lapang meninggalkan 7 buah hatiku yang kutahu walau tak terucap, namun dari tatapan mata mereka ada kerinduan dan harapan agar kelak kami dapat bersama lagi dalam keseharian.

Namun aku harus menunjukkan ketegaran hati, memberikan pesona wajah yang membuat mereka selalu optimis akan doa-doa yang mereka panjatkan untuk kami bisa bersatu seperti dulu. Aku selalu sampaikan pada mereka bahwa Allah akan mengabulkan segala apa yang dipanjatkan oleh hamba-hambaNya. Ud u’ni astajiblakum, berdoalah padaKu maka Aku akan mengabulkan doa-doamu. Tak
pernah ada keraguan buatku untuk meyakini apa yang ada dalam Kalam SuciNya.  Ya, doa buat seorang muslim merupakan suatu bukti penyerahan diri seorang makhluk kepada RobbNya. Dimana akan memberikan kekuatan jiwa dalam menjalani kehidupan dunia yang kita tidak tahu bagaimana episode kehidupan selanjutnya.

Saat ini si bungsuku sudah menginjak hampir 4 tahun usianya. Ratusan kata yang sudah dikuasainya terucap dari bibirnya saat copy darat kami dengan wajah yang menggemaskan mengadukan keisengan kakaknya yang memang hanya selisih satu tahun dengannya. Ah...wajah-wajah yang selalu dirindukan, sikap polos yang selalu membuat segaris senyum dalam wajahku. Semoga Allah selalu menjaga kalian ya Nak, kata-kata yang selalu kuulang dalam hatiku sampai kapanpun. Dulu ketika kuputuskan untuk menerima amanah mengemban tugas di luar homebase-ku , aku sedikitnya sudah memperhitungkan segala konsekuensi yang harus aku dan keluargaku jalankan. Dimana saat itu A7 ( kadang aku hanya memberi insial seperti ini agar mudah mengingatnya) masih berusia 1 tahun lebih 1 bulan. Usia yang seharusnya kami masih harus saling berdekatan.

Hari-hari yang kulalui selama menjalankan amanah di tempat yang berjauhan dengan para penyejuk mataku kadang terasa lambat. Walau berbagai aktifitas kucoba kujalani dengan penuh semangat. Aku berharap bisa memberikan banyak kebaikan di tempat aku berada. Tidak hanya aktifitas rutinitas kantor saja, namun aktifitas dalam kegiatan masjid kantorpun kucoba untuk mengadakan kegiatan yang  mendorong para muslimah bersemangat dalam kajian keislaman, baik tahsin maupun bahasa arab atau tilawah berjamaah sebelum memulai pekerjaan di kantor. Alhamdulillah , walau belum semua muslimah bergabung, namun ikhtiarku untuk menggeliatkan da’wah di kantor ini yang semula belum ada dapat terwujud, walaupun mungkin hasilnya belum optimal. Namun aku yakin, bahwa Allah menilai proses atau ikhtiar yang dilakukan oleh hambaNya bukan hasilnya.

Sejak dulu aku berusaha untuk saling menyemangati dengan teman-teman di kantor dalam mewujudkan lingkungan yang sholih, yang penuh dengan rahmatan lil alamin, saling taawun (tolong menolong) dalam kebaikan dan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Karena lingkungan yang sholih akan membawa kepada pribadi-pribadi yang sholih, yang bekerja bukan hanya sekedar menjalankan kewajiban dan di awal bulan mendapatkan gaji semata. Ibadah yang tidak akan dicemari oleh pengkhianatan, kecurangan, mengambil sesuatu yang bukan haknya, mendzolimi saudaranya, dan hal-hal lainnya yang akan mengundang murka Allah. Bekerja adalah ibadah yang harus dilandasi dengan keikhlasan, bukan karena atasan yang mengawasi, bukan karena ada niatan supaya dipromosikan, dan tentunya memberikan hasil yang optimal dengan penuh kesungguh-sungguhan bukan hanya sekedarnya saja. Kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah, apakah penghasilan yang kita terima setiap bulannya memang sesuai dengan apa yang telah kita kerjakan, atau kita hanya menerima gaji buta saja. 

Pemahaman ini yang ada dalam hatiku semenjak aku lulus dari salah satu pendidikan ikatan dinas dua puluh dua tahun yang lalu. Namun bukan berarti aku telah mampu menjalankan semua itu, masih banyak hal yang dirasakan harus diperbaiki. Selain itu pada hakikatnya da’wah merupakan salah satu wasilah (sarana) agar kita tidak tergolong ke dalam golongan orang yang merugi. Karena kehidupan dunia ini adalah permainan dan penuh dengan godaan, yang kalau kita tidak saling tanasuh (menasehati) kita bisa terjerumus dan jauh dari hakikat penciptaan kita di dunia ini yaitu untuk beribadah kepada Allah.

Dalam salah satu ayat di Surat Al Imran ayat 104
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung”.

Inilah yang menjadi salah satu dasar dalam kehidupanku bahwa dakwah menjadi kewajiban tiap individu baik muslim maupun muslimah dimanapun dia berada, apapun kedudukannya. Dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan dalam Alquran tidak harus melalui kata-kata, namun dirasakan lebih efektif dengan perbuatan. Banyak kisah dalam kehidupan Rosululloh Muhammad SAW, atau para shahabat, tabi’in yang akhirnya membawa seseorang yang benci dan memusuhi agama Islam
akhirnya berbalik menjadi pembela dienul Islam. 

Namun kadang kurasakan walaupun sudah beragam aktifitas kulakukan, aku masih merasakan ketidaklengkapan hari-hari yang kulalui tanpa adanya interaksi langsung dengan para buah hati yang jauh di seberang pulau sana. Mungkin hal ini tidak hanya dirasakan oleh diriku seorang, namun juga dialami para ibu, para ayah yang selama bertahun-tahun berjauhan dengan keluarga tercinta karena menjalankan amanah yang kadang kami tidak ketahui sampai kapan hal ini akan terus berlangsung. Dan mungkin ada yang hanya bisa berjumpa sebulan sekali . Aku dan para sahabatku kadang saling berbagi rasa yang tak jarang tetesan air mata mengalir ketika kami menceritakan tentang keadaan para buah hati yang kami tinggalkan. Fulanah menceritakan tentang anaknya yang ketika ditinggal dalam keadaan sakit, atau yang lain bercerita tentang tidak dapat menemani anaknya yang sedang pentas, atau tidak bisa mengambil rapor anak, atau hanya sekedar bercerita bahwa setiap video call anaknya selalu menanyakan umi nanti pulangkan? Ibu nanti bobo barengkan? Mamah nanti ajarkan aku hafalan qur’ankan?. Terlalu sering kami merasa bahwa kami tidak dapat menjalankan tugas kami sebagai ibu dengan baik. Dan tak jarang hal ini mempengaruhi semangat kerja kami. Alhamdulillah dengan hidup berjamaah, kami saling menguatkan satu sama lain. Menguatkan untuk selalu tak lepas bermunajat kepada Robbul Alamin, agar senantiasa menjaga anak-anak kami dari keburukan, kemaksiatan dan akhlak yang tercela. Karena kami menyadari sepenuhnya keterbatasan kami dalam menjalankan amanah selaku orangtua. Kepada Allahlah tempat kami bergantung atas segala pinta kami. Akupun selalu mencoba menerapkan keoptimisan lewat doa-doa , walaupun kadang dalam pikiran mereka, Umi..aku sudah sering berdoa namun mengapa Allah belum menyatukan kita?. Wahai sayangku...Allah itu sesuai prasangka kita, kalau kita merasa Allah akan mengabulkan doa kita pasti akan dikabulkan. Doa yang ada dalam hati kita, yang terucap dari lisan kita pasti akan diijabah olehNya. Bangunlah engkau di penghujung malam lantunkan segala hajatmu, demikian juga ibumu yang tiada  pernah bosan mendoakanmu di setiap waktu, untuk kesholihan anak keturunannya, untuk disatukannya kembali setelah sekian tahun terpisah oleh jarak dan waktu. Doa-doa kita akan bertemu di penghujung malam, selanjutnya akan naik membuka pintu-pintu langit. Tiada satu doapun yang luput dari penglihatan dan pendengarannya dan Allah tidak pernah menyelisihi janjinya.

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. “(QS: Al-Baqarah: 186)

Wallahu alam bishshawab


Kamar Kost, Pekanbaru ,Romadhon 1439H


____________________________________________________

Endi Farah Lena
Kanwil DJP Riau dan Kepulauan Riau





Ramadhan 5861557651169988884

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Populer 7 Hari Terakhir

Random Posts

@salahuddinDJP

Kunjungan