Loading...

Hidup itu Sejatinya tentang Memberi

Allah mengajarkan banyak hal kepada kita tentang memberi dari diri-Nya. Dia memberikan kita segalanya, memberi kita nyawa, memberi kita umu...

Allah mengajarkan banyak hal kepada kita tentang memberi dari diri-Nya. Dia memberikan kita segalanya, memberi kita nyawa, memberi kita umur, memberi kita rezeki, dan memberi kita hati. Tanpa kita sadari Allah lebih banyak memberi kepada kita daripada meminta.

Memberi itu bukan hanya soal harta. Banyak hal yang bisa kita berikan kepada orang lain. Pernahkah kalian merasa bahagia, yang mana hanya hati kalian yang tahu betapa bahagianya kamu setelah kamu memberikan sesuatu kepada orang lain?.  Saat kita memberikan sebagian rezeki kita kepada orang lain dan hati kita merasa bahagia, disitulah peran ikhlas. Ketika kita masih mengharapkan balasan dari apa yang telah kita berikan, maka sudah ikhlaskah kita? Karena ikhlas itu datangnya dari hati, ikhlas itu kita rela melakukan apapun tanpa mengharap imbalan. Ikhlas itu tentu membawa kedamaian, kedamaian di dalam hati.

Hal yang paling dekat dengan memberi adalah orang tua kita. Mereka memberi kita kasih sayang di sepanjang hidupnya tanpa meminta balasan sekecil apapun dari kita. Mereka selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk kita sebagai anaknya, agar anaknya tidak kecewa, agar anaknya tidak marah, agar anaknya senang dan bahagia. Mereka memberikan perlindungan tanpa berharap mereka akan dilindungi oleh kita. Karena baginya memberi tiu adalah sebuah keikhlasan tanpa menuntut sebuah balasan. Lalu apakah kalian pernah merenungkan? Apa yang sudah kalian berikan kepada orang tua tua kalian setelah mereka memberikan seluruh hidupnya untuk kita? Jika belum, maka mulailah dari sekarang. Orang tua tidak akan meminta sepeser hartapun dari kita. Berilah mereka kebanggaan, atas prestasimu, atas kesholehanmu, atas kebaktianmu, atas kebaikanmu, dan atas ketaatanmu. Berikanlah mereka ketaatanmu terhadap Allah sang pencipta. Terhadap agama, terhadap bangsa dan negara ini.

Memberi maaf, memberi maaf jika orang lain melakukan kesalahan kepada kita, mencela kita, menghina kita, mencemooh kita, yang membuat hati kita sakit. Bukankah suatu hal yang mudah memberikan maaf pada orang lain, kadang hati kita masih merasa marah, masih merasa kecewa. Namun, jangan biarkan hati kita dipenuhi kebencian, karena sungguh memberikan maaf adalah salah satu hal terindah yang membawa hatimu bahagia. Jadilah pemaaf, seperti tuhan kita. Masih beratkah kita memberikan maaf kepada orang lain, sementara tuhan kita Allah adalah Sang Maha Pemberi Segala Maaf?

Hidup itu sejatinya tentang kembali mengingat dan memberi. Pernahkah kita mengingat kembali berapa banya orang yang telah memberikan kebaikan kepada kita? Sempatkah kalian menghitungnya? Lalu sempatkah kalian membalas kebaikannya? Kemudian apakah kalian pernah bertanya pada diri sendiri, lebih sering manakah kita, memberi atau meminta?

Banyak hal bermanfaat yang dapat kita lakukan tanpa harus mengeluarkan harta benda. Misalnya memberikan motivasi dan inspirasi. Kita bisa memberikan motivasi dan inspirasi kepada anak negeri di segala penjuru. Bahwa mereka berhak meraih mimpi mereka dan mewujudkannya. Tanpa kita sadari mereka pasti membutuhkan motivasi. Belajarlah sebagai pemberi inspirasi. Kita bisa memberikan pengetahuan kita kepada mereka, memberikan keceriaan kepad mereka, dan memberika sebuah titik terang pada mereka, bahwa mereka berhak atas kesempatan hidup yang lebih baik. Siapa yang akan tahu, kalau mereka ternyata termotivasi dan sungguh-sungguh belajar karena terinspirasi dari kita? Siapa yang akan tahu juga, barangkali lewat motivasi- motivasi kita kelak merekalah yang akan menjadi pemimpin negeri ini? Bukankah kita akan bangga?

Ketika Allah memberikan rezeki lebih kepada kita, maka berikanlah sebagian rezeki itu kepada orang lain. Berbagilah kebahagiaan dengannya, karena sejatinya kebahagiaan itu berawal dari berbagi. Dengan memberi kita menjadi sadar, bahwa semua hal di dunia ini tak ada yang pernah kita punya dan kita miliki. Semuanya hanya titipan, masihkah kita merasa berat untuk memberi?. Jangan merasa kita tak punya apa-apa hingga kita jauh dari memberi. Memberi itu bukan soal kita punya atau tidak. Tapi tentang sebuah keikhlasan, ketulusan. Memberi tak akan mengubah kita menjadi miskin, dia justru membuat kita semakin kaya, percaya allah akan melipatgandakannya. Apapun yang ada pada diri kita, apapun ilmu yang kita punya, apapun yang diri kita bisa, manfaatkanlah, berbagilah. Karena sesungguhnya sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Kebahagiaan sejati terletak ketika kita mampu dan mau memberi. Belajarlah memberi, dengannya kita bisa meraih kebahagiaan yang haikiki.

Dengan memberi kita tahu, kaya yang sesungguhnya juga bukan tentang harta, dan bukan kaya hartalah yang membuat hati kita bahagia. Maka apa gunanya jika kita punya banyak harta namun hanya kita habiskan untuk kepentingan diri kita sendiri? Jangan menutup hati, kebahagiaan sejati bukan terletak pada seberapa banyak harta yang kita miliki. Namun seberapa banyak kita memberi karena Allah.

Saat kita diberikan posisi terbaik oleh Allah, maka saat itulah kita belajar untuk saling memberi, berbagi karena Allah. Memberikan sebagian harta yang kita punya, memberikan pengetahuan dan ilmu yang kita punya, memberikan inspirasi, harapan, motivasi, serta memberikan cinta dan kasih sayang kita. Alangkah indahnya jika di hidup yang sementara ini kita saling memberi, maka mungkin jauhlah kata keras dan kejam dari hidup. Allah menciptakan kita untuk saling berbagi. Ingatlah bahwa Allah telah memberikan kita kesempatan untuk memberi dan berbagi lebih banyak. Jangan menyalahkan kenapa banyak kemiskinan di negeri ini, tapi cobalah tanyakan kepada diri kita, sudahkah kita berbagi dan memberi kepada yang membutuhkan?  Bukan banyaknya kemiskinan yang membuat negeri ini sulit maju, namun banyaknya orang yang belum mengerti indahnya memberi.


Alangkah indahnya hidup dan tentramnya negeri ini jika memiliki kesadaran untuk saling berbagi dan memberi. Setelah Allah memberikan segalanya yang terbaik kepada kita, lalu maukah kita memberikan yang terbaik dari yang kita punya untuk sesama? 




_____________________________________
Arum Tyas Rizka Yulianto
KPP Pratama Makassar Selatan



Dakwah 2288527883243761441

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Populer 7 Hari Terakhir

Random Posts

@salahuddinDJP

Kunjungan