Loading...

Bolehkah Shalat Jamak Qashar Selama di Tempat Tugas ?

Assalamu'alaykum wr wb. Saya ditugaskan di luar pulau jawa sementara keluarga saya ada di Tangerang. Dua pekan sekali saya pulang...

Assalamu'alaykum wr wb.

Saya ditugaskan di luar pulau jawa sementara keluarga saya ada di Tangerang.
Dua pekan sekali saya pulang ke Tangerang menemui keluarga, setelah dua hari di Tangerang saya kembali ke tempat tugas di luar Pulau Jawa.
Bolehkah saya menjamak dan mengqosor shalat saya selama saya di Tangerang?
Atau sebaliknya, saya boleh shalat jamak kosor selama di tempat tugas saya?
Atas jawaban ustadz kami sampaikan terimakasih.


Wassalamualaykum wr wb


Jawaban;

Dalam syariah, seseorang yang melakukan sebuah perjalanan (safar), ia mendapat keringanan (rukhshoh) untuk meng-qashar sholatnya menjadi 2 rokaat, (selain maghrib dan subuh) dan sekaligus menjama'-nya yaitu zuhur dengan ashar dan maghrib dengan isya.

Orang yang memiliki dua tempat mukim atau lebih; baik sementara atau permanen, bila melakukan perjalanan dan berniat mukim dan bekerja di lokasi tujuan, maka status musafirnya berakhir dan selesai ketika ia sampai ke tempat pekerjaannya atau tiba kembali lagi ke rumahnya. Dia hanya boleh men-qashar atau juga men-jama' sholat selama masa perjalanan saja antara dua tempat mukimnya tersebut. Jadi dia tidak boleh lagi menjama’ atau mengqashar ketika telah tiba di rumahnya atau telah tiba di tempat pekerjaannya yang telah jelas dia bermukim di sana selama dalam kontrak pekerjaannya.

Ini pendapat yang paling kuat dari beberapa pendapat ulama dengan penjelasan detail mengenai jarak, lama dan syarat perjalanan yang mubah dan bukan maksiat. Secara umum orang yang menetap di tempat pekerjaan tidak lagi disebut musafir. 
Pertimbangan lain adalah bahwa shalat fardhu hendaknya didirikan secara berjama’ah dengan para musafir yang lain meskipun qashar dan jama’.  Apalagi laki-laki sangat dianjurkan untuk berjama’ah di masjid setiap shalat fardhu dengan 27 derajat lebih tinggi dibandingkan ditunaikan sendiri. Hukum shalat fardhu secara berjama’ah adalah sunnah mu’akkadah, bahkan ada ulama yang mewajibkannya bila tidak ada uzur.   

Wassalamualaykum wr wb

Dr Tajuddin Pogo




Konsultasi 5281610173221064955

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Populer 7 Hari Terakhir

Random Posts

@salahuddinDJP

Kunjungan